Sabtu, 2 Mei 2026

Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh dari Tanoh Gayo

Mengecap pendidikan hanya sampai di bangku SMA, bukan halangan bagi Rahmah untuk bisa meraih sukses. Warga Kampung Umang, Kecamatan Bebesen...

Tayang:
Penulis: Mahyadi | Editor: Jalimin
Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh dari Tanoh Gayo - sosok-perempuan-tangguh-dari-gayo.jpg
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh Dari Tanoh Gayo.
Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh dari Tanoh Gayo - perempuan-tangguh-dari-gayo-4.jpg
For Serambinews.com
Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh Dari Tanoh Gayo

Rahmah, Sosok Perempuan Tangguh Dari Tanoh Gayo

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Mengecap pendidikan hanya sampai di bangku SMA, bukan halangan bagi Rahmah untuk bisa meraih sukses. Warga Kampung Umang, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah ini, namanya sudah tidak asing lagi di kalangan pebisnis kopi dalam negeri maupun manca negara.

Beragam gelar telah disandang perempuan yang kesehariannya berpenampilan sederhana ini. Selain ditabalkan sebagai salah satu srikandi pertanian Indonesia, beberapa kalangan juga pernah memberikan gelar lain bagi Rahmah.

Ada yang menyebut sebagai perempuan penakluk dunia, ada juga yang memberi gelar dengan sebutan kartini masa kini di dunia kopi.

Penabalan beragam gelar itu, bukan tanpa alasan. Rahmah merupakan sosok perempuan tangguh dari Dataran Tinggi Gayo (DTG). Keberhasilanya di bidang bisnis eskportir kopi arabika Gayo, membuat sosok wanita yang telah memasuki usia 53 tahun ini, menjadi semakin dikenal karena kegigihannya membangun usaha dari nol.

Polisi Tangkap 12 Pencuri dan Penadah Serta 16 Kendaraan Curian, Ini Imbauan Kapolresta Banda Aceh

Kemenag Aceh Besar Salurkan Bantuan Organisasi Keagamaan, Ini Nama Lembaga Penerimanya

SKULL Sambangi Mahasiswa Papua di Aceh, Beri Dukungan Moril

Tekun, sungguh-sungguh serta kerja keras membuat usaha yang ia geluti sejak 17 tahun silam, kini membuahkan hasil. Bolak-balik ke beberapa negara sasaran ekspor kopi Arabika Gayo, bukan lagi hal yang luar biasa bagi Rahmah.

Kopi arabika, telah membawanya bisa menginjakan kaki di beberapa negara di belahan dunia.

Tentunya, sukses yang diraih tidak semudah seperti membalikan telapak tangan. Untuk mencapai kondisi seperti sekarang ini, Rahmah, telah melewati berbagai tantangan serta cobaan. Namun, tantangan itu, menjadi pemicu semangat bagi ibu dari empat anak dan tiga orang cucu ini, sehingga bisa meraih sukses.

“Semua berawal dari usaha rumahan saja. Mengandrungi jual beli kopi cery & gabah awalnya hanya untuk membantu ekonomi keluarga. Tapi alhamdullilah, berkat kerja keras percaya diri dan doa pelan-pelan bisa berkembang seperti sekarang ini,” kata Rahmah kepada Serambinews.com, Kamis (22/8/2019).

Seniman Yogya asal Simeulue, Sajikan Kopi Smong di The Atjeh Connection

Program Siaran Tanggap Bencana Kentongan RRI Mendapat Apresiasi Wali Kota Banda Aceh

10 Pebulutangkis Tangguh Ramaikan Media Badminton Super Series 2019. Ini Profil Pesertanya

Usaha jual beli kopi yang dirintis sejak belasan tahun silam, kini terus berkembang pesat. Awalnya, hanya sebatas pedagang pengumpul, kini telah menjadi eksportir yang memasok kopi arabika ke beberapa negara.

“Sebagian besar, kopi arabika kami ekspor 70% ke Amerika. Tapi, ada juga ke Korea, Taiwan, Arab, Jerman, Prancis, Belanda, Inggris, Australia, Hongkong dan beberapa negara lain,”  tutur Rahmah.

Jumlah kopi Arabika yang diekspor juga tidak sedikit. Per bulanya, bisa mencapai 5 hingga 7 kontainer atau sekitar 18 ton per musim panen tergantung permintaan dari para buyer (pembeli).

Keberhasilan Rahmah, selain menjadi pendiri UD Ketiara, juga dipercaya oleh Bappepti Pusat sebagai pengelola Sistem Resi Gudang (SRG) kopi Arabika Gayo. Bahkan sejak ia kelola, SRG Takengon, mendapat Juara 1 se-Indonesia.

Melalui tangan dingin Rahmah, sistem dan managemen pengelolaan Sistem Resi Gudang (SRG) Kabupaten Aceh Tengah, menjadi salah satu SRG terbaik se Indonesia.

“Beberapa waktu lalu, TPID Provinsi Sumut, dan TPID kabupten/kota se Sumut, studi banding kemari, untuk melihat cara managemen SRG,” ungkapnya.

Ikut Misi Budaya ke Aceh, Siswa SMN asal Banten Belajar Tinggal di Rumah Warga Gampong Nusa

4 Fakta Kakek 83 Tahun Nikahi Wanita 27 Tahun, Cinta Tumbuh saat Nuraeni Berobat Sama Si Kakek

Polisi Periksa Putri dan Hendra, Begini Pengakuan Calon Suami Lia

Selain itu, untuk menaungi serta memberdayakan para petani kopi, Rahmah membentuk sebuah junior koperasi bernama Ratu Ketiara Gayo yang sudah melakukan ekspor. Para staff dan pengurus Koperasi merupakan dari anak petani yang rata rata sudah sarjana.

Uniknya, dan para peta i yang benaung di koperasi itu, 90 persennya perempuan.

Koperasi Ketiara dan Koperasi Ratu Ketiara telah menaungi hampir 3.000 petani kopi yang ada di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Bukan hanya itu, Rahmah juga merangkul kaum perempuan agar bisa menjadi pioner bisnis kopi di masa yang akan datang.

Kodrat sebagai kaum hawa, tak melupakan tugas sebagai seorang istri serta ibu rumah tangga. Disela-sela kesibukanya mengurus bisnis kopi, Rahmah tetap membagi waktunya untuk tetap bisa berkumpul bersama keluarga dan cucunya yang lucu-lucu.

“Sekali-kali, kami pergi refresing bersama keluarga. Bahkan terkadang mengajak sejumlah karyawan,” pungkasnya.(*)

Liga Futsal Nusantara 2019 Resmi Bergulir, Ini Peserta dan Jadwalnya

Manager Persiraja Genjot Pemain Baru, Agar Tampilkan Kemampuan Maksimal, Ini Harapan Syarwani

Lifter Aceh, Surahmat Rebut Tiga Emas di Kejurnas, Wakili Indonesia ke SEA Games di Manila

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved