Konflik Satwa Liar

Puluhan KK Penduduk Nagan Mengungsi Setiap Malam, Kawanan Gajah Liar Masih Berada di Pemukiman Warga

Kawanan gajah liar di kawasan Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (24/8/2019) cukup meresahkan warga di daerah itu

Puluhan KK Penduduk Nagan Mengungsi Setiap Malam, Kawanan Gajah Liar Masih Berada di Pemukiman Warga
Dok. Irwansyah Putra
Kawanan gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) liar berada di kebun warga di Desa Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Minggu (10/2). Conservation Respont Unit (CRU) DAS Peusangan dari BKSDA Aceh mengerahkan satu tim untuk melakukan penggiringan 32 ekor gajah liar yang sejak lima hari terakhir memasuki kawasan permukiman dan merusak perkebunan warga. 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Kawanan gajah liar di kawasan Desa Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (24/8/2019) cukup meresahkan warga di daerah itu saat ini.

Pasalnya, sejak satu pekan terakhir para warga di daerah itu tidak berani lagi tidur di rumahnya dan harus mengungsi pada satu rumah yang dinilai aman dari kawanan gajah itu.

“Puluhan KK setiap malam berkumpul di satu tempat di desa itu untuk bermalam, karena kawanan gajah liar berkeliaran di pemukukinam penduduk, sehingga untuk menghindari amukan gajah sebagian warga pilih mengungsi pada malam hari,” ungkap Odiyantri, Keuchik Blang Lango, Kecamatan Seunagan Timur kepada Serambinews.com, Sabtu (24/82019).

Ia menambahkan, jumlah gajah liar di daerah itu saat ini sekitar 5 ekor, dan Sabtu kemarin masih berada di kawasan desa itu dipinggir hutan kawasan rumah penduduk.

Pada malam hari gajah-gajah itu keluar, dan mengobrak-abrik tanaman warga berupa kelapa sawit, kebun pisang.

Terkait dengan satwa liar yang dinilai sudah meresahkan itu, pihaknya mengaku telah melaporkan hal itu kepada Camat, Bupati dan tembusan disampaikan ke BKSDA dengan harapan ditindak lanjuti untuk mengusir kawanan gajah liar ke luar pemukiman penduduk.

Jika gajah itu masih berda di wilayah itu, para warga punya rasa takut dan was-was dengan kondisi saat ini, sebab dapat mengancam keselatan jiwa.

Baca: Kawanan Gajah Liar Teror Warga Blang Lango

Baca: Dua Kawanan Gajah Berkeliaran di Permukiman, FFI Ingatkan Potensi Konflik Satwa di Musim Panen Padi

Baca: Warga Blang Mancung Tenggelam di Objek Wisata Berawang Gajah Aceh Tengah

Baca: Dua Kelompok Gajah Liar di Aceh Timur Dipasangi GPS Collar

“Sejauh ini belum ada korban jiwa, namun sebelum hal itu terjadi perlu adanya pencegahan dari pihak terkait seperti BKSDA, supaya masyarakat kami tenang dan nyaman,” harap Odiyantri.

Dikatakannya, selain mengantisipasi keselamatan warga, ia juga berharap mampu terselamatkan sumber ekonomi masyarakat yang mengantungkan hidup di kebun kelapa sawit, pisang, karet dan tanaman lainnya.

Sejauh ini ada perkebunan sawit warga yang tidak tersisa lagi, sehingga sangat memperihatinkan jika gajah-gajah liar itu  masih bermukim di wilayah itu.

Dikatakannya, selain merusak tanaman warga juga telah merusak sat unit rumah warga.

Rumah tersebut hanya dirusah kaca  jendela saja dengan gadingnya yang terjadi pada malam hari, sehingga kondisi tersebut membuat sebagian warga tidak berani lagi tidur di rumahnya dan harus berkumpul pada satu rumah di daerah itu. (*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved