Berita Aceh Utara

Ternyata Napi yang Hunus Pedang saat Ditangkap Dulu juga Pernah Ditembak di Kaki

Diberitakan sebelumnya, penangkapan Safriandi alias Adi Parot alias Adi Codet Jumat (23/8/2019) sekira pukul 06.00 WIB, terbilang dramatis.

Ternyata Napi yang Hunus Pedang saat Ditangkap Dulu juga Pernah Ditembak di Kaki
SERAMBINEWS.COM/JAFAR YUSUF
Safriadi alias Adi Parot alias Adi Codet (35) narapidana (napi) asal Gampong Meunasah Jeumpa Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara pada Jumat (23/8/2019) ditangkap. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Safriandi alias Adi Parot alias Adi Codet (35) narapidana (napi) asal Gampong Meunasah Jeumpa Geulumpang Tujoh, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara sudah dua kali ditembak di betisnya oleh tim Reserse Narkoba Polres Aceh Utara.

Penangkapan pertama di betis pria yang dikenal licin tersebut terjadi pada 4 April 2018 di sebuah Kebun Kosong kawasan Desa Meunasah Teungoh Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara.

Sedangkan penembakan kedua di betis kanan Adi, terjadi pada 23 Agustus 2019, lantaran melawan dan mengancam keselamatan petugas dengan mengayunkan pedang perak ke arah petugas yang hendak menangkapnya.

Diberitakan sebelumnya, penangkapan Safriandi alias Adi Parot alias Adi Codet Jumat (23/8/2019) sekira pukul 06.00 WIB, terbilang dramatis.

Pasalnya, setelah Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara mengetahui lokasi persembunyian, tapi ketika hendak menangkapnya, tiba-tiba Adi Parot mengeluarkan pedang perak yang dibawanya dan mengayunkan ke arah polisi.

Baca: Dramatis! Napi Ini Hunus Pedang Perak ke Polisi Saat Ditangkap, Akhirnya Rubuh Diterjang Peluru

Baca: Enam Napi Wanita tak Diusul Remisi

Baca: Dapat Remisi, 16 Napi Narkoba Langsung Bebas

Baca: Takengon Dua, Galus Satu, Napi Bebas Usai Dapat Remisi

Sehingga polisi menghentikan langkah dan memberikan peringatan dengan tembakan ke udara.

Namun, pria tersebut tak menggubrisnya, sehingga polisi melumpuhkan dengan cara menembak di bagian betisnya.

“Dulu ketika akan ditangkap, Adi Parot juga melawan petugas dengan parang hingga dirinya terpaksa ditembak. Saat itu dia ditangkap setelah setahun menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam kasus-kasus,” ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Narkoba AKP Ildani SH kepada Serambinews.com, Jumat (23/8/2019).

Disebutkan, dulu barang bukti yang diamanka berupa 11 paket ganja seberat 2 ons dan 10 paket sabu seberat 2 gram miliknya.

“Setelah divonis, kemudian ia dipindahkan dari Cabang Rumah Tahanan Negara Rutan Lhoksukon ke LP Lambaro. Tapi tak lama di sana dia kabur,” ujar Kasat Reserse Narkoba Polres Aceh Utara.

Untuk diketahui, 113 dari 726 narapidana (napi) serta tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II A Banda Aceh di Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (29/11/2018) sekitar pukul 18.45 WIB, kabur.

Salah satu diantaranya kabur tersebut adalah Safriandi alias Adi Parot alias Adi Codet. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved