Heboh Kayu Bajakah

Rasa Tetesan Air Kayu Bajakah Berbeda di Setiap Musim

Rasa air yang menetes dari kayu bajakah di hutan Rawa Singkil, berbeda setiap musimnya.

Rasa Tetesan Air Kayu Bajakah Berbeda di Setiap Musim
Serambinews.com
Fardi Akwin yang ikut bertualang ke hutan Rawa Singkil, mencoba tetes air kayu bajakah, Selasa (20/8/2019) lalu. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Rasa air yang menetes dari kayu bajakah di hutan Rawa Singkil, berbeda setiap musimnya. 

Jika sedang musim kemarau rasanya sedikit kelat. Sementara bila musim penghujan rasanya segar seperti air mineral umumnya. 

Hal itu dikemukakan Kepala Tim Patroli Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Singkil Wilayah Kuala Baru, Admi, yang mencoba air bajakah di hutan Rawa Singkil, Minggu (25/8/2019) lalu.

"Saat musim kemarau, air yang keluar dari kayu bajakah ada rasa kelatnya, tapi tidak pahit. Kalau musim hujan, rasanya seperti air mineral," kata Admi yang juga seorang herbalis.

Meski begitu, tidak ada perasaan berbeda setelah meminum air kayu bajakah. Rasa kelat yang ditimbulkan di mulut hanya berlangsung beberapa saat saja.

Kesaksian serupa diungkapkan Fardi Akwin, yang ikut mencoba tetes air bajakaj di hutan Rawa Singkil, Selasa (20/8/2019) lalu. 

Menurutnya, tidak ada reaksi yang ditimbulkan setelah mencoba minum air dari kayu aka –sebuitan lokal untuk kayu bajakah.

Pengalaman lain diceritakan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid, saat ia masih kerap bekerja di hutan di wilayah Kecamatan Danau Paris, sekitar tahun 90-an.

Kala itu, jika kehausan di hutan, ia kerap meminum air yang ke luar dari kayu aka. Rasanya seperti air biasa, namun ada juga yang agak gatal di tenggorokan. 

Kayu bajakah ditemukan saat Serambinews.com menyusuri hutan Rawa Singkil, kawasan Kecamatan Kuala Baru, ditemani Admi, Kepala Bappeda Aceh Singkil, Ahmad Rivai, Kepala BPBD Aceh Singkil, Mohd Ichsan dan sejumlah warga lainnya, awal pekan lalu.

Tim penjelajah awalnya tak mengira ada kayu bajakah yang dipercaya dapat mengobati kanker dan tumor itu, ada di hutan Rawa Singkil.

Tim baru mengetahui setelah mendapat informasi dari Admi yang hafal detil nama tumbuhan dan hewan di hutan Rawa Singkil, lengkap dengan bahasa ilmiahnya.(*)

Baca: Aris Masukkan Ular Piton Dalam Karung, Ditangkap Dalam Kandang, Kerap Mangsa Ayam Warga Lhoong

Baca: Bocah Miskin Aceh Barat Didera Pembengkakan Jantung, Butuh Bantuan Segera

Baca: Setiap Jumat, Pegawai di Lhokseumawe Wajib Berbahasa Aceh, Tamu Disarankan Bawa Translater

Baca: Oknum PNS RSUZA Banda Aceh Diduga Tabrak Lari Polisi, Tersangka Ditangkap Saat Korban Berobat

Baca: Sultan Daulat Surganya Wisata Alam di Kota Subulussalam

Baca: Jalan di Balue Sakti Pidie Bertabur Lubang Besar, Saat Hujan Seperti Kolam

Penulis: Dede Rosadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved