Sabtu, 9 Mei 2026

Jurnalisme Warga

Pesona Pantai Pasir Putih Lhok Bubon

KABUPATEN Aceh Barat yang terdiri atas 12 kecamatan, sepertiganya berada di pesisir pantai. Salah satu desa yang berada di pesisir pantai

Tayang:
Editor: hasyim
IST
MUKHSINUDDIN, S.Ag., M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unsyiah Banda Aceh dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Pantai Lhok Bubon, Aceh Barat 

MUKHSINUDDIN, S.Ag., M.M., Mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen Unsyiah  Banda Aceh  dan Koordinator Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Meulaboh, melaporkan dari Pantai  Lhok Bubon, Aceh Barat

KABUPATEN Aceh Barat yang terdiri atas 12 kecamatan, sepertiganya berada di pesisir  pantai.  Salah satu desa yang berada di pesisir  pantai adalah Lhok Bubon, Kecamatan Samatiga.  Desa ini terkenal sejak dahulu karena ada kapal dagang Belanda yang tenggelam di Ujong Pasir Lhok Bubon. Selain itu, pernah juga dua perahu yang mengangkut serdadu Belanda ditenggelamkan oleh pejuang Aceh yang menyamar sebagai nelayan dan seolah-olah ingin menunjukkan tempat persembunyian para pejuang Aceh.

Pratsunami 2004, Lhok Bubon semula berada di bibir pantai. Tapi akibat hantaman tsunami, banyak dusun di desa ini yang tergerus dan menjadi bagian dari laut. Saat tsunami lebih dari separuh penduduknya meninggal. Satu-satunya yang tersisa adalah sebuah masjid bernama Masjid Teuku Umar.

Takdir Tuhan menghendaki, keganasan tsunami tidak sampai meluluhlantakkan Masjid Teuku Umar Lhok Bubon yang terletak persis di bibir pantai itu.  Inilah kuasa Allah di balik kisah gempa dan tsunami 2004 yang banyak meluluhlantakkan permukiman warga di Aceh.

Waktu tsunami ada sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara yang terdampar di pantai itu  dan tidak bisa dievakuasi lagi sehingga bangkai kapal itu masih berada di pantai Lhok Bubon.

Di luar kisah tsunami yang menyisakan luka mendalam, Lhok Bubon sebetulnya merupakan salah satu kawasan pesisir yang pasirnya begitu indah. Putih berkilau.

Pantai Lhok Bubon saat ini sudah seperti dulu lagi setelah dilakukan recovery  keindahan alamnya. Selain merupakan tempat tujuan wisata, lokasi ini menjadi lahan penambahan ekonomi bagi masyarakatnya. Desa pesisir ini juga menjadi andalan para pengunjung untuk menghabiskan waktu berlibur bersama kerabat, handai tolan, dan orang-orang yang dikasihi. 

Penduduk Lhok Bubon kini lebih kurang 270 jiwa. Desa ini dapat dicapai sekitar 30  menit perjalanan darat dari Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

Pantai Lhok Bubon kini menjadi salah satu objek wisata yang cukup banyak diminati para wisatawan, terutama pada hari weekend atau hari libur nasional. Di pantai ini para pengunjung dapat menikmati panorama alam yang begitu indah dan kawasannya teduh karena ditumbuhi banyak pohon.

Pantai ini juga terkenal wisata kulinernya, yakni ikan laut yang segar, hasil tangkapan setiap hari, kecuali hari Jumat karena seluruh nelayan Aceh pantang melaut pada hari itu. Bagi penyuka ikan bakar segar, Pantai Lhok Bubon memang tempat yang tepat.

Kawasan ini memang sudah terkenal akan hasil lautnya yang melimpah sehingga di pantai ini dibangun tempat pelelangan ikan (TPI). Berbagai jenis ikan segar mudah didapat di sini dengan harga terjangkau.

Pada hari tertentu di pantai ini para pengunjung akan mendapati kapal-kapal tongkang pengangkut batu bara yang sedang bongkar muat untuk diekspor ke luar Aceh. Pada hari yang lain di pantai ini tiba kapal feri kemudian bersandar di Pelabuhan Feri Kuala Bubon dengan tujuan Pulau Simeulue.

Sejauh mata memandang di pantai ini terlihat hamparan pasir putih yang menawan. Tak jarang anak-anak terlihat sangat riang gembira dan berlarian di atas pasir putih sambil mandi laut. Sebagian anak asyik bermain bola atau voli pantai. Sebagian lainnya bermain bola sambil naik di pelampung yang terbuat dari ban dalam mobil.

Air lautnya yang bening dan jernih sangat indah dipandang mata. Banyak pengunjung yang datang hanya sekadar duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan bahari di pantai eksotik ini.

Empasan gelombang laut yang terasa bersahabat cukup nyaman untuk didengar. Ditambah lagi embusan angin laut yang melenakan. Berjam-jam berada di sini serasa baru beberapa menik saja. Tanpa terasa sore pun menjelang. Pemandangan pantai ini semakin indah tatkala sang surya mulai terbenam dan memancarkan cahaya berwarna kuning kemerahan. Sunset yang indah. Gradasi dan perpaduan warna yang mehanyutkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved