Selasa, 21 April 2026

Kupi Beungoh

Romantika MTQ Glee Gapui 32 Tahun Silam

Tidak cuma mesti mendulang prestasi tertinggi, Kabupaten Pidie juga harus sukses menjadi tuan rumah yang baik dan profesional.

Editor: Zaenal
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Ridha Yuadi, Adc Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) 

Romantika MTQ Glee Gapui 32 Tahun Silam

Oleh Ridha Yuadi M.Si*)

SINAR matahari membias menembusi jendela-jendela kaca berukuran besar yang terpasang di gedung utama komplek arena MTQ yang berlokasi di Gampong Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie.

Di atas gedung yang megah itu, tampak kubah bermotif flora perpaduan warna emas dan hijau tua yang amat sublim.

Keseluruhan unsur arsitektur bangunan yang bakal dijadikan ‘Pidie Convention Center’ ini terasa ditata amat cermat untuk menyambut tamu yang datang supaya bisa merasakan kehadiran Yang Maha Agung.

Menjadi tuan rumah ajang sebesar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Aceh jelas merupakan sebuah harapan dan kehormatan luar biasa.

Tidak cuma mesti mendulang prestasi tertinggi, Kabupaten Pidie juga harus sukses menjadi tuan rumah yang baik dan profesional.

Sekaligus menjadi penegas bahwa Pidie patut dipercaya sebagai penyelenggara even berkelas.

Dan yang lebih membanggakan lagi adalah gelaran akbar yang berlangsung 20-28 September 2019 ini menjadi romantika alias momen pengulangan sejarah “MTQ Glee Gapui” 32 tahun silam.

Baca: Sekda Minta Proyek MTQ Dipacu

Baca: Ratu Balqis, Andalan Pidie di MTQ

Bagi sang tuan rumah, spirit MTQ kali ini bukan sekadar adu Mur’atul Huruf Wal Harakat. Bukan pula semata adu teknik Khat Kaligrafi, atau lomba cepat menekan bel Cabang Fahmil Qur’an.

Namun lebih dari itu, ia adalah pertarungan martabat dan harga diri.

“Bagi masyarakat Pidie, ini adalah pertaruhan harga diri dan kehormatan,” ujar Bupati Roni Ahmad (Abusyik) di sela-sela coffee morning jajaran Forkopimda Pidie dengan Panpel MTQ di Pendopo Bupati Pidie, Jum’at (23/8/2019) pagi.

Abusyik mengajak seluruh warga Pidie di dalam maupun dirantauan untuk bersama-sama membantu menyukseskan MTQ ke-34 Aceh yang akan digelar pada 20-28 September 2019.

Memang tidak gampang menghelat hajatan besar skala Provinsi. Namun, sangat layak kita gelorakan bahwa sejauh ini pihak penyelenggara telah menunjukkan kesiapan melewati tantangan tersebut.

Kerja keras Panitia yang berpacu dengan waktu dalam membangun sarana dan prasarana pun berakhir indah.

Seluruh penopang di komplek arena utama MTQ tidak ada yang terkendala. Saat ini dalam kondisi terbaik, tinggal fase finishing.

Secara keseluruhan progresnya ‘on the track’.

Itulah buah manis dari usaha serius menegakkan kehormatan dan harga diri daerah.

Baca: Terkait Penyelewengan Dana Eks Kombatan Rp 650 Miliar, Begini Jawaban Ketua KPK

Baca: Tampil di Kampus IAIN Lhokseumawe, Sherly: Izinkan Saya Jadi Bagian dari ‘Penjahit’

Kita semua, tak peduli latar belakang pendidikan dan orientasi politiknya, harus memastikan Pidie dicatat dengan tinta emas sejarah Aceh, bahkan Indonesia, sebagai penyelenggara MTQ yang sukses secara Kaffah.

Inilah saatnya menyuguhkan yang spektakuler, dan setiap kekurangan harus terus diperbaiki hingga penutupan 28 September mendatang.

Sebagai tuan rumah, diharapkan dapat memacu semangat kafilah Pidie menjadi berlipat-lipat.

Karena di pundak mereka lah kehormatan Pidie disandarkan.

“Untuk menegakkan kehormatan itu, raihlah prestasi terbaik dengan cara yang santun,” sambung Abusyik.

Dengan segenap energi prima, kita hakkul yakin kesuksesan MTQ dapat kita raih, tidak hanya dalam sisi kesuksesan sebagai penyelenggara, tetapi juga dari segi prestasi.

Kepada Dewan Juri, Bupati Pidie berharap untuk benar-benar memberikan penilaian secara objektif, sehingga sang qari dan qariah terbaik yang ikut dalam MTQ ini kelak mampu mengharumkan citra Islam dan nama baik Aceh di tingkat nasional.

Pun demikian dengan masyarakat, kewajiban kita adalah menyunggingkan senyuman tulus.

Kata pepatah, perilaku warga merupakan representasi dari tabiat daerahnya.

Karena itu berperilaku ramah dan simpatik mesti dikedepankan untuk menunjukkan bahwa Pidie adalah tanah terhormat.

Apalagi jutaan sorot mata tidak melulu tertuju ke mimbar tilawah, tetapi juga di luar komplek arena MTQ.

Ya. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Pemerintah Kabupaten Pidie akan menyampaikan selamat datang kepada para Qari dan Qariah, para Hafizh dan Hafizhah, serta para Mufassir dan Mufassirah terbaik dari kabupaten/kota se- Aceh.

Selamat bermusabaqah di Tanah Meusyehu, Pidie Meusigrak.

Paralel dengan itu, kita juga berharap dan menanti rekan media untuk menyuguhkan liputan terbaiknya. Semoga!

Baca: Semangat Abusyik Laksanakan dan Kembali ke Tempat Bikin Gelak Tawa di Lapangan Kuta Asan

Baca: Abusyik, Garnison, dan Tanah Indatu

*) PENULIS Ridha Yuadi, M.Si adalah Adc Bupati Pidie.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved