Breaking News:

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Pengamat Kebijakan Publik: Kenaikan Ini Sangat Memberatkan Rakyat

"Kenaikan ini sangat memberatkan rakyat,"ujarnya Dr Nasrul yang juga warga Aceh Tenggara kepada Serambinews.com

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Muhammad Hadi
(Kompas.com/ Luthfia Ayu Azanella)
Ilustrasi BPJS Kesehatan 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pengamat Kebijakan Publik, Dr Nasrul Z ST MKes  mengatakan, sebagai warga Negara Indonesia, harus menolak kenaikan premi BPJS .

"Kenaikan ini sangat memberatkan rakyat,"ujarnya Dr Nasrul yang juga warga Aceh Tenggara kepada Serambinews.com, Selasa (3/9/2019).

Kata dia, premi BPJS kelas 1 Rp 120.000 (sebelumnya Rp 80.000), kelas 2 Rp 75.000 (sebelumnya Rp 51 000), Kelas 3 Rp 42 000 (sebelumnya Rp 25 500).

Alasannya menolak, kata Dr Nasrul, karena bertentangan dengan Pancasila sila II kemanusiaan yang adil dan beradab serta sila V keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca: VIDEO VIRAL Sebuah Mobil Jalan Sendiri Hingga Jatuh ke Jurang Sedalam 40 Meter, Sopir Ikut Terseret

Melanggar UUD 45 pasal 34 tentang fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

Instruksi presiden nomor 8 tahun 2017 yang mendukung BPJS kesehatan mencapai target universal coverage pada 2019.

Menurut dia, target pemerintah (Kemenkes) yang dideklarasikan pada tahun 2018 agar pada Januari 2019 sekitar 95 persen atau 257,5 juta jiwa penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN sehingga terwujudnya Universal Health Coverage di Indonesia sesuai target yang ditetapkan Presiden.

Baca: Anak Berusia 14 Tahun Tembak Mati Ayah, Ibu Tiri, dan Tiga Saudaranya

Pertumbuhan ekonomi yang kecil yang berkisar hanya 5 persen dan pertumbuhan angka pengangguran yang terus signifikan mengakibatkan angka pertumbuhan rakyat miskin pasti juga semakin meningkat.

Saat ini telah berjumlah 25.14 juta jiwa (9.41 persen).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved