PKS Abdya
Mualem Dukung Kelanjutan Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit Abdya
Menurut Mualem, peralihan aset PKS yang sudah dibangun sejak 2010 itu, perlu dilakukan segera, apalagi anggaran untuk tersebut pembangunan PKS itu te
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Ansari Hasyim
Hanya saja, proses administrasinya sedang berjalan. Permohonan pengalihan aset yang diajukan Pemkab Abdya saat ini sudah diproses di Badan Keuangan Aceh (BKA). Malahan, BKA sudah membuat draf surat penyerahan aset gedung PKS ke Pemkab Abdya dan draf tersebut sedang dipelajari di Biro Hukum Sekda Provinsi Aceh.
Baca: Saat Lantik Pengurus KONI Abdya, Mualem Nyatakan Maju Jadi Calon Gubernur Aceh 2022-2027
Siap melanjutkan
Sementara itu, Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH menyambut baik atas dukungan Mualem segera mengintruksikan ketua DPRA peralihan aset PKS dari Provinsi Aceh kepada Pemkab Abdya.
"Harus saya sampaikan, pembangunan awal PKS itu sangat besar andil Mualem, karena Bang Wandi (Irwandi Yusuf) tidak mau membangun jika tidak ada dukungan dari Mualem, karena saya sudah lama kenal beliau, akhirnya kami pergilah sama Bang Rahman (Panglima KPA Abdya), dan Man Kriteng menghadap Mualem," kenang Akmal Ibrahim.
Setelah bertemu, Mualem menyatakan setuju, dan sangat mendukung pembangun PKS tersebut, karena akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi putra putri Abdya, sehingga Irwandi Yusuf menyediakan anggaran Rp 30 Miliar.
"Ini, jangankan istruksi Mualem kepada ketua DPRA, lon yakin, timgkat batok Mualem, selesai masalah nyo. (Jika terealisasi) Insya Allah, tahun depan sudah bisa kita lanjutkan," ungkap Akmal.
Akmal menyebutkan, selain bisa menambah Pendapatan Asli Daerah, PKS juga bisa menekan harga TBS, saat harga TBS di tempat lain terjun bebas.
Sementara itu, pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Abdya ternyata sudah sangat dinanti petani sawit daerah itu. Sebab, kehadiran pabrik CPO (crude palm oil) itu sudah sangat mendesak untuk menampung produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang melimpah, sekaligus menjaga harga TBS tak merosot tajam.
Pasalnya, imbas ketiadaan PKS mengakibatkan seluruh TBS kelapa sawit dari Abdya ditampung pengusaha PKS yang beroperasi di Kabupaten Nagan Raya dan Kota Subulussalam. Praktis, para petani pun tak berkutik ketika para pemilik PKS tersebut menentukan harga TBS sesukanya, bahkan sampai serendah mungkin.
Data yang diperoleh Serambinews.com dari Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, luas lahan kelapa sawit milik rakyat yang sudah berproduksi mencapai Rp 16.740 ha. Diperkirakan, setiap hari sekitar 1.200 ton TBS sawit produksi petani Abdya diangkut puluhan truk untuk dijual ke PKS di kawasan Nagan Raya.
Ironisnya, harga TBS sawit yang ditampung pengusaha PKS di Nagan Raya dituding tidak kompetitif karena diduga terjadi permainan harga.(*)
Baca: Ratusan Prajurit TNI dari Aceh Diterbangkan ke Afrika Tengah, Ini Misi yang Diemban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembangunan-pabrik-cpo-di-abdya-terkatung-katung.jpg)