Berita Aceh Tengah
Ingin Dapat Uang Rp 20 Juta, Tangkap Napi Buron Ini, Bawa ke Rutan Takengon
“Pokoknya, saya terima sampai di Rutan. Begitu, napi diserahkan kepada kami, uangnya langsung dicairkan tanpa menunggu nanti-nanti,”
Penulis: Mahyadi | Editor: Muhammad Hadi
“Tak ada yang tahu, sebab mereka lari melalui plafon dan masuk ke ruang bendaraha yang memang tidak ada orangnya,” timpal Sugiyanto.
Ia juga menjelaskan, Rutan Kelas IIB Takengon idealnya dihuni oleh sekitar 115 orang.
Baca: Pulau Banyak Barat Kaya Destinasi Wisata Kelas Dunia, Namun Rakyatnya Masih Menderita
Namun, kini ada 465 orang yang terdiri atas napi dan tahanan titipan yang ditahan di Rutan tersebut. Sedangkan petugas jaga atau sipir hanya tujuh orang.
“Penghuni yang kabur itu ditempatkan di sel karantina. Di sel tersebut selama ini ada 28 orang yang ditahan,” ungkapnya.
Berhasilnya napi dan tahanan tersebut kabur dari Rutan Takengon, tambah Sugiyanto, diduga karena sistem keamanan masih lemah.
Buktinya, meski ditahan di ruang karantina yang memiliki sistem keamanan lebih baik dari ruang lain, namun napi tetap berhasil melarikan diri.
“Di atas plafon memang sudah dipasang jeruji besi. Tapi, mungkin tidak terlalu kuat sehingga gampang dirusak oleh tahanan,” tambah Sugiyanto.
Amatan Serambi, antara ruang sel karantina dengan ruang kantor bendahara atapnya tersambung. Sehingga napi bisa dengan mudah melarikan diri.
Selain itu, beberapa ruangan yang sempat dilintasi napi untuk kabur, plafonnya sudah dirusak.
“Tahanan tersebut juga membawa kabur dua laptop yang disimpan di ruang bendahara,” pungkasnya.(*)
Baca: Rampas CBR Milik Warga, Lelaki Ini Diringkus Polres Pidie
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kepala-rutan-kelas-ii-b-takengon-sugianto.jpg)