Opini

Pertolongan Pertama dan Pos Pengungsian di Lancang Paru  

KALI ini saya reportasekan lagi lanjutan tentang topik ketangguhan masyarakat Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya

Pertolongan Pertama dan Pos Pengungsian di Lancang Paru   
IST
ASWADI LAPANG, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie Jaya, Kabid Pengurangan Risiko Bencana pada Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU), dan Ikatan Alumni Magister Ilmu Kebencanaan (Ikamik) Unsyiah, melaporkan dari Pidie Jaya

OLEH ASWADI LAPANG, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie Jaya, Kabid Pengurangan Risiko Bencana pada Ikatan Pemuda Aceh Utara (IPAU), dan Ikatan Alumni Magister Ilmu Kebencanaan (Ikamik) Unsyiah, melaporkan dari Pidie Jaya

KALI ini saya reportasekan lagi lanjutan tentang topik ketangguhan masyarakat Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay). Berdasarkan karakteristiknya, masyarakat Lancang Paru semuanya patuh, saling mengingatkan antarsesama, dan saling berbagi.

Kalau dilihat dari aspek sosial, jiwa sosial masyarakat Lancang Paru sangatlah tinggi. Mereka penuh perhatian dan peduli antarsesama warga. Buktinya, setiap ada pesta perkawinan maupun keluarga yang ditimpa musibah, setengah atau seperempat masyarakat Lancang Paru pasti berkunjung.

 Suatu hari saya pernah mendapati Gampong Lancang Paru dalam keadaan begitu sepi. Bahkan sebagian besar jambo atau lahan produksi garam tidak beraktivitas. Kemudian, saya coba tanya kepada salah seorang penduduksetempat “Pak, hari ini  gampong kita terlihat sangat sepi. Warga yang biasanya banyak yang berlalu lalang atau beraktivitas, kenapa hari ini tak terlihat sama sekali? Bapak yang saya tanyai menjawab, “Tadi pagi sebagian dari masyarakat Lancang Paru takziah ke salah satu saudara penduduk gampong ini yang berdomisili di kabupaten lain.”

Nah, inilah bukti jiwa sosial masyarakat Lancang Paru masih sangat tinggi. Sebagai staf DRR dalam program risilient Aceh, Project PKPA yang didanai Mercy Relief, kali ini saya ingin mereportasekan tentang pelatihan pertolongan pertama dan pos pengungsian serta beberapa program lainnya.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program sebelumnya. Dalam hal ini kami melatih Tim Siaga Bencana Gampong (TSBG) dengan tujuan untuk pembekalan pengetahuan tentang pengurangan risiko bencana di Gampong Lancang Paru.

Pelatihan pertolongan pertama dan pos pengungsian ini difasilitasi oleh Kepala Markas PMI Pidie Jaya yang dibantu oleh beberapa anggota PMI Markas Pijay. Untuk pos pengungsian difasilitasi oleh Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pijay yang dibantu oleh beberapa pegawai BPBD Pidie Jaya. Adapun tujuan dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta terhadap tindakan segera dalam situasi bencana, khususnya pertolongan pertama dan tindakan evakuasi, meningkatkan hubungan dan sinergi dengan stakeholder terkait dengansektor kesehatan, meningkatkan pengetahuan kapasitas lokal yang dapat digunakan dalam tindakan pertolongan pertama.

Sedangkan tujuan dari pelatihan pos pengungsian adalah pengetahuan terkait dengan manajemen sumber daya dan relawan, peningkatan  Manajemen pos pengungsian yang meliputi: informasi dan database, logistik, manajemen limbah dan dapur umum, pengetahuan terhadap esain pos pengungsian, termasuk fasilitas wash dan kesehatan. Dalam praktiknya, pelaku pertolongan pertama adalah penolong yang pertama tiba di tempat kejadian yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penanganan medis dasar.

Tujuan dari pertolongan pertama adalah menyelamatkan jiwa, mencegah cacat, memberikan rasa nyaman,  dan menunjang upaya penyembuhan. Setiap pertolongan harus mendapat persetujuan dari korban,baik persetujuan secara  tersirat maupun secara tersurat. Hal ini bertujuanuntuk menghindari hal yang tak terduga di kemudian hari. Kemudian, kewajiban pelaku pertolongan pertama adalah menjaga keselamatan diri, orang lain, penderita, dan orang di sekitarnya dapat menjangkau penderita, mengenali, dan mengatasi masalah yang mengancam nyawa, meminta bantuan/ rujukan, memberikan pertolongan secara cepat dan tepat, membantu pelaku pertolongan pertamalainnya, ikut menjaga kerahasiaan medis penderita, melakukan komunikasidengan petugas lainnya, dan mempersiapkan transportasi bagipenderita.

Pada masa daruratbencana, yang pertama harus diperhatikan adalah apakah masyarakat perlu diungsikan pada suatu tempat atau tidak? Jika perlu diungsikan, makayang paling utama diperhatikan adalah pemilihan lokasi tempat pengungsian. Pemilihan lokasi ini adalah yang mampu menampung jumlah warga yang diperkirakan akan mengungsi dan jauh dari ancaman bencana lainnya. 

Perencanaan lokasi memastikan tersedianya ruang yang cukup untuk rumah tangga dan mendukung keamanan serta kesejahteraan masyarakat. Pemilihandan perencanaan lokasi  pengungsian memastikan tercukupinya kebebasan dan keamanan pribadi seluruh anggota penduduk korban.

Penampungan direncanakan dan dikelola sedemikian rupa sehingga menimalkan perusakan terhadap lingkungan. Di lokasi penampungan yang dijadikan sebagai tempat evakuasi korban, perlu disediakan fasilitas-fasilitas berupa tenda tempat tinggal pengungsi, fasilitas kesehatan (rumah sakit lapangan), sanitasi, kebutuhan MCK, dan lain-lain.

Untuk itu, perlu ditentukan terlebih dahulu lokasi dari masing-masing fasilitas tersebut di area evakuasi. Semoga pengetahuan ini dapat diserap dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Lancang Paru dan sekitarnya.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved