Tata Cara Mandi Wajib Memakai Debu Jika Tidak Ada Air, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Mandi Wajib boleh dilakukan dengan bertayammum atau dengan debu jika memang tidak ada air atau karena sakit.

Tata Cara Mandi Wajib Memakai Debu Jika Tidak Ada Air, Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad
For serambinews.com
Ustaz Abdul Somad isi ceramah di Dayah Darul Ihsan, Abu Hasan Krueng Kalee, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, Rabu (3/4/2019). 

SERAMBINEWS.COM - Mandi Wajib / Mandi Junub wajib dilakukan umat muslim jika sedang dalam keadaan terkena hadas besar.

Mandi Junub atau Mandi Wajib menjadi kewajiban seorang muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar.

Hadas kecil dapat disucikan dengan berwudhu, sedangkan untuk hadas besar wajib dibersihkan dengan melakukan Mandi Wajib.

Mandi Junub menjadi hal yang wajib dilakukan jika terjadi beberapa hal seperti keluar air mani (mimpi basah bagi pria), berhubungan suami istri, bertemunya dua kemaluan meski tidak keluar air mani dan berhentinya darah haid dan nifas.

Jika sudah membersihkan diri dari hadas kecil maupun besar, maka seorang muslim sudah sah untuk melakukan ibadah.

Terdapat beberapa alat yang bisa digunakan untuk membersihkan diri, yakni air dan debu.

Jika tidak ada air atau dalam keadaan sakit, umat muslim bisa menggunakan debu untuk mengganti wudhu.

Baca: Tata Cara Mandi Junub - Setelah Selesai Mandi Haruskah Wudhu Lagi? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Baca: Tata Cara dan Rukun Mandi Junub Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW, Simak Penjelasan Ustaz Somad

()Instagram/ilmanrizkimyvalentine ()

Kemudian bagaimana dengan Mandi Wajib atau mandi karena Junub, bolehkan disucikan dengan bertayammum?

Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasannya mengenai hal ini.

Mandi Wajib boleh dilakukan dengan bertayammum atau dengan debu jika memang tidak ada air atau karena sakit.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved