Jurnalisme Warga

Danau Anak Laut, Objek Wisata yang Terlupakan

DI Aceh Singkil banyak nian objek wisata. Ada objek wisata sejarah, berupa makam-makam tua para aulia, objek wisata Rawa Singkil

Danau Anak Laut, Objek Wisata yang Terlupakan
IST
SADRI ONDANG JAYA, S.Pd., guru dan inisiator pembentukan Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Aceh Singkil, melaporkan dari Singkil

SADRI ONDANG JAYA, S.Pd., Guru dan Inisiator Pembentukan Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Aceh Singkil, melaporkan dari Singkil

DI Aceh Singkil banyak nian objek wisata. Ada objek wisata sejarah, berupa makam-makam tua para aulia, objek wisata Rawa Singkil dengan aneka flora dan faunanya. Ada pula objek wisata sungai dengan kekhasannya, dan objek wisata pantai dengan pohon cemara dan deburan ombaknya. Objek wisata laut di Kepulauan Banyak pun memiliki puluhan jenis ikan hias.

Selain itu, di daerah yang berjuluk Nagari Syekh Abdurrauf ini terdapat pula objek wisata danau yang tersebar di beberapa lokasi. Salah satunya adalah Danau Anak Laut Gosong Telaga.

Danau yang sebagian warga Singkil menyebutnya “Anak Lawik” ini tergolong danau yang indah dan memesona. Di sekeliling danau dijejali rimbunnya hutan mangrove (bakau). Tak jauh dari danau, ada pula pantai yang membatasi danau dengan laut lepas.

Pokoknya, Danau Anak Laut ini sangat rancak. Namun, keberadaan danau ini belum sepenuhnya dijadikan destinasi wisata, baik oleh wisatawan lokal maupun pendatang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil pun belum menggarap potensi Danau Anak Laut ini secara optimal.

Danau Anak Laut sejak dulu hingga sekarang hanya dijadikan sebagai tempat para nelayan mencari nafkah. Di danau yang jaraknya hanya 17 kilometer dari pusat pemerintahan Aceh Singkil ini memang terdapat beraneka ragam ikan, kepiting, teripang, dan biota laut lainnya.

Ada ikan jompo, belanak, nawi atau kakap sungai, marang, kitang, dan lain-lain. Malah akhir-akhir ini--karena muara sudah terbuka lebar--jenis ikan laut pun banyak masuk dan ditangkap nelayan. Misalnya, ikan gembung, kuwe (gabu), bahkan hiu pun ada. Khusus kepiting bakau Danau Anak Laut, di samping ukurannya besar, rasa dagingnya pun amat gurih.

Rumah-rumah makan di Aceh Singkil hampir semua kerap menyajikan menu favorit gulai kepiting selain satai atau gulai lokan. Kepiting tadi, ada yang digulai, ada juga yang direbus. Saat memakan gulai atau rebusan kepiting ini, daging yang sudah dikupas dicelupkan ke sambal atau saus.

“Di rumah makan kami, menu khasnya kepiting. Hampir setiap hari kami memasaknya. Banyak tamu yang suka,” ucap Putri, pramusaji di sebuah rumah makan kawasan Danau Anak Laut, Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.

Apabila lidah telah mencecap gulai kepiting yang kepitingnya berasal dari Danau Anak Laut, selera makan menjadi terbuka. Orang yang memakannya dijamin ketagihan. Lidah bergoyang-goyang. Mak nyusss.

Halaman
1234
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved