Berita Banda Aceh

Kapolresta Berharap, Kasus yang Menjerat Saiful Mahdi Diselesaikan Secara Damai

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH mendorong para pihak agar dapat menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan..

Kapolresta Berharap, Kasus yang Menjerat Saiful Mahdi Diselesaikan Secara Damai
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH 

Kapolresta Berharap Kasus yang Menjerat Saiful Mahdi Diselesaikan Secara Damai

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH mendorong para pihak agar dapat menyelesaikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Saiful Mahdi dapat diselesaikan secara damai, arif dan bijaksana.

“Tanpa bermaksud mengintervensi, apalagi berdiri di salah satu pihak dalam perkara ini. Tapi, harapan kami, kasus ini dapat diselesaikan secara damai dan secara kekeluargaan. Ini juga hanya saran. Artinya, para pihak kita harapkan terdorong untuk memediasi persoalan ini . Karena, kami Kepolisian tidak memiliki kewenangan dan kapasitas dalam memediasi suatu perkara,” kata Kombes Trisno Riyanto di sela-sela acara kemitraan antara Polresta Banda Aceh dengan para wartawan, di Harouk Kupi, Gampong Kampung Baru, Banda Aceh, Rabu (18/9/2019)

Mantan Kabag Bingkar Biro SDM Polda Aceh ini menerangkan, sejauh ini kasus pencemaran nama baik sudah memasuki tahap 1 dan sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Ini delik aduan, kalau ingin diselesaikan secara damai dan kekeluargaan, masih bisa diselesaikan kalau sama-sama tercapai rasa keadilan. Dari penyidik Polri juga bisa berkoordinasi dengan JPU untuk mendorong agar kasus ini bisa diselesaikan secara damai,” sebut Kombes Trisno.

Siswa Aceh Mulai Bertanding pada Kompetisi Sains Madrasah Tingkat Nasional

Dua Hari Tenggelam, Petani Aceh Utara Ditemukan Meninggal di Kawasan Ini

Demo STAIN Meulaboh, Begini Tanggapan Kepala Ombudsman Aceh

Ia kembali menekankan bahwa pihak Kepolisian, dalam hal ini Polresta Banda Aceh, tidak memiliki kepentingan apapun, apalagi memihak di satu pihak serta mengintervensi kasus tersebut.

“Kami dari Kepolisian tetap menerima laporannya dan tetap akan menindaklanjutinya. Tapi, kalau memang kasus itu masih dapat diselesaikan secara damai dan kekeluargaan serta telah tercapai rasa keadilan bersama, kenapa kita harus bertahan. Tentu harapan kita ada jalan perdamaian yang akan terwujud,” pungkas perwira menengah Polri yang lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, 6 Desember 1970 silam ini.

Seperti diberitakan Dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Saiful Mahdi dilaporkan ke Polresta Banda Aceh, oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Taufik Saidi terkait kasus pencemaran nama baik.

Saiful Mahdi diadukan atas postingannya dalam grup WhatsApp yang bernama ‘Unsyiah Kita’ yang anggotanya terdiri atas 100 dosen Unsyiah.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved