Berita Budaya
Pocut Haslinda Syahrul, Penulis Buku Sejarah dan Budaya Aceh, Membaca Lebih 1000 Judul Buku
Pocut Haslinda Syahrul merasa ajaib dan takjub saat menemukan buku-buku sejarah Aceh yang ditulisnya selama ini ternyata dikoleksi oleh perpustakaan
Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
Pocut Haslinda Syahrul, Penulis Buku Sejarah dan Budaya Aceh, Membaca Lebih 1000 Judul Buku
Laporan Fikar W Eda | Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pocut Haslinda Syahrul merasa ajaib dan takjub saat menemukan buku-buku sejarah Aceh yang ditulisnya selama ini ternyata dikoleksi oleh perpustakaan Leiden Belanda. Ajaib, karena ia merasa tidak pernah mengirimkan satu buku pun ke perpustakaan terlengkap tentang negeri jajahan Hindia Belanda itu.
Peristiwa ini terjadi tiga tahun silam, saat ia berkunjung ke Belanda. Ia menyempatkan diri datang ke perpustakaan Leiden. Rencana mau mencari buku tentang Aceh sebagai bahan tulisannya.
"Ketika saya memasukan kata kunci di komputer, ternyata yang muncul justru buku saya sendiri yang saya tulisan sebelumnya. Tidak tahu kenapa ada buku saya di sana, saya tidak pernah mengirimnya," cerita Pocut Haslinda, kepada Serambinews.com, di Jakarta, Rabu (18/9/2019) sekembali dari pertemuan dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Timur membahas rencana penabalan salah satu nama jalan di ibu kota dengan nama Pahlawan Nasional asal Aceh Pocut Meurah Laksamana Keumalahayati.
Pocut Haslinda telah menulis banyak buku tentang sejarah dan budaya Aceh, antara lain "Perempuan Bercahaya dalam Lintasan Sejarah Aceh, Silsilah Raja-Raja Islam di Aceh, Perekat Dua Bangsa Indonesia-Malaysia Terungkap Setelah 380 Tahun, Sejarah Perjuangan Laksamana Keumalahayati," dan banyak lagi.
Kafilah MTQ Aceh Tengah Dan Bener Meriah Bertolak ke Pidie, Ini Cabang Yang Diikuti
Wali Kota Lhokseumawe Janjikan Bonus untuk Peraih Juara MTQ Aceh di Sigli, Nilainya Berapa Ya?
Air Rendaman Rambut Jagung Disebut Bisa Sembuhkan Kanker, Simak Penjelasannya
Untuk itu semua, Pocut Haslinda telah membaca lebih dari 1000 judul buku sebagai referensi. "Komputer saya saja sampai terbakar, " katanya ketika menuntaskan buku-buku sejarah dan budaya Aceh tersebut.
Lahir di Banda Aceh 16 Desember 1945, Pocut Haslinda Syahrul adalah putri ke-2 dari empat bersaudara pasangan HT Hamid Azwar dan Hj Cut Nyak Djariah Azwar. Tiga saudara lelakinya H Teuku Syahrul Azwar, Teuku.Syaiful Azwar dan Teuku Verdy Azwar.
Keluarga ini merantau keluar dari Aceh pada tahun 1947 dan menetap di Bukittinggi.
Ayahandanya HT Hamid Azwar seorang pejuang kemerdekaan, pendiri Tentara Pelajar Indonesia (TPI) bersama-sama dengan Syamaun Gaharu dan beberapa tokoh pejuang Aceh lainya.
Di Bukit Tinggi Hamid Azwar menjabat Kepala Intendan pada Komando Militer Sumatera dan membidani lahirnya serta memimpin Central Trade Center atau CTC. Perusahaan ini berkembang sangat pesat memiliki banyak cabang termasuk di New York Amerika Serikat.
Pemkab Pecat 9 ASN, Terlibat Pelecehan Seksual Hingga Pembunuhan Berencana
Angka Stunting Aceh Tinggi, Wakil Ketua PKK Luncurkan Rumoh Gizi
Gara-Gara Kehadiran Mantan Pacar, Acara Pernikahan Jadi Ricuh, Para Tamu Sampai Baku Hantam
Oleh Bung Karno, lalu menugaskan Teuku Hamid Azwar mendirikan Sarinah Departement Store dan lain-lain.
Pocut Haslinda Syahrul menjalani pendidikan di London, Paris, Jerman pada 1965-1970, memperdalam disain, fashion, dan kecantikan, di Vidal Sason, Molten Brwon, Maike John, Robet Feideng, Alan, di Paris Setion art, Antonio, Alexander.
Pulang ke Jakarta embuka sekolah kecantikan ketrampilan wanita dengan nama La Reine Salon, di Cideng Barat, Cokroaminoto, Tengku Tjhik Ditiro, dan Jaka Sampurna Kali Malang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pocut-haslinda-syahrul-didampingi-putra-keduanya.jpg)