Berita Aceh Utara

Rantai, Gembok, Palu, dan Gelas, Jadi Barang Bukti Pada Kasus Bocah Disuruh Mengemis Sama Ortunya

Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe telah menetapkan seorang pria dan istrinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga...

Rantai, Gembok, Palu, dan Gelas, Jadi Barang Bukti Pada Kasus Bocah Disuruh Mengemis Sama Ortunya
SERAMBINEWS.COM/SAIFUL BAHRI
Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Indra T Herlambang memperlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dalam kasus dugaan penyiksaan pada seorang anak yang dilakukan ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri. 

Rantai, Gembok, Palu, dan Gelas, Jadi Barang Bukti Pada Kasus Bocah Disuruh Mengemis Sama Ortunya

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe telah menetapkan seorang pria dan istrinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumahtangga (KDRT) dan eksploitasi anak, yakni dengan menyuruh anaknya (korban) yang baru berumur sembilan tahun untuk mengemis. Kedua tersangka, ayah tiri korban berinisial MI (39) dan UG (34) selaku ibu kandung korban.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, dalam konfrensi pers, Jumat (20/9/2019) sore, menyebutkan, selain telah menahan kedua tersangka, pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti.

Rinciannya, dua rantai, satu panjang dan satu pendek, yang diduga selama ini digunakan untuk merantak tangan dan kaki korban. Lalu, gembok yang selama ini digunakan untuk mengembok rantai agar korban tak bisa kabur.

FPDLT Minta Pihak Berwajib Tindak Oknum Pembakar Hutan di Sekitar Danau Lut Tawar

Minta Keuchik Gunakan Dana Desa Tepat Sasaran, Kajati Aceh: Dana Desa Bukan Hadiah

Dinsos Pernah Amankan 8 Bocah yang Mengemis karena Disuruh Orangtua, Termasuk Korban yang Dirantai

Selanjutnya polisi juga mengamankan palu dan gelas yang diduga sempat digunakan untuk menyiksa korban.
Bahkan atas dugaan siksaan yang diterima kroban dalam dua tahun terakhir ini, membuat badan dan kepalanya luka-luka.

"Ini dibuktikan dari hasil visum, kita temukan banyaknya bekas luka di tubuh dan kepala korban," katanya.

Sedangkan untuk kedua tersangka kini dibidik dengan Pasal 88 Jo Pasal 76 huruf (I)UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU RI Nomir 23 Tahun 2004 tentang P-KDRT Jo Pasal 65 KUHP.

Tersangka pun diancam pidana dengan hukuman penjara paling lama 10 tahun dan/atau didenda paling banyak Rp 200 juta.(*)

597 Warga Abdya Penderita Gangguan Jiwa, Dua Orang Dipasung, Beberapa Lainnya Ditolak Keluarga

Hasil FP2 MotoGP Aragon 2019 - Maverick Vinales Tercepat, Valentino Rossi Ungguli Marc Marquez

Pimpinan Dewan Jenguk Kakek yang Tinggal di Gubuk Sendiri dan Tidur Beralaskan Papan

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved