Jumat, 17 April 2026

Berita Budaya

Seniman Aceh, Lahirkan 2000 Karya Musikalisasi Puisi, Ini Hasil Karyanya

Puisi berjudul "Rajawali" begitu mengentak dibawakan dalam format musikalisasi puisi oleh Rahmad Sanjaya bersama Kelompok Musik BATAS....

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Seniman Aceh, Rahmad Sanjaya. 

Seniman Aceh,  Lahirkan 2000 Karya Musikalisasi Puisi, Ini Hasil Karyanya 

 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Puisi berjudul "Rajawali" begitu mengentak dibawakan dalam format musikalisasi puisi oleh Rahmad Sanjaya bersama Kelompok Musik BATAS. Dipadukan dengan atraksi debus, seni kebal dari Aceh yang sangat ekspresi oleh Nazar Debus.

Rahmad Sanjaya --akrab dipanggil  Bang Jay atau Jaya-- membawakan sendiri puisi tersebut ditimpal Iwan Setiawan vokalis dan pembaca puisi. Iwan pekerja seni Aceh yang belakangan aktif berdakwah di kalangan anak muda.

Video musikalisasi "Rajawali" karya Rahmad Sanjaya tersebut kemudian beredar luas melalui laman YouTube dan media sosial.

"Itu salah satu karya dari 2000 lebih karya musikalisasi  puisi yang pernah saya ciptakan," kata Jaya dalam percakapan dengan serambinews.com, Senin (23/9/2019).

Jaya, salah seorang pelopor genre musikalisasi puisi di Aceh mulai terlibat aktif sejak  1987.

"Dokumentasi saya tidak begitu rapi. Jadi ada karya-karya yang tersebar di beberapa kawan, yang saya sendiri tidak hafal," kata Jaya.

Jaya pernah hijarah ke Jakarta. Mengembangkan sayap berkesenian. Tapi kemdian ia memilih pulang ke Banda Aceh dan menetap sampai sekarang di kota itu. Ia menulis puisi, menciptakan karya musikalisasi puisi, menulis seni, menjadi juri, Nara sumber dan banyak aktivitas lainnya.

BMKG Pastikan Seluruh Aceh Diselimuti Kabut Asap Karhutla

Kabut Asap Pekat, Penerbangan di Bandara SIM Aceh Besar Belum Ada Batal

MAG Usulkan Pemkab Aceh Tengah Terapkan Sehari Berbahasa Gayo, Ini Pertimbangannya

"Saya menikmati semuanya sebagai bagian dari kehidupan kita," kata Jaya yang selalu menempatkan diri mengantar jemput putranya ke sekolah setiap hari. 

"Itu bagian dari perjalanan. Anak adalah cahaya yang harus kita rawat dan bina, sejak dini. Saya usahakan betul mengurusi anak-anak sampai ke antar-jemput. Saya lakukan dengan gembira," katanya.

Rahmad Sanjaya lahir di Takengon (Aceh Tengah), 1972.  Kiprahnya dalam dunia seni dimulai sejak umur 5 tahun. Pertama kali ia diperkenalkan dalam dunia seni lukis di kota kelahirannya.

Pada 1983 dia diajarkan bermain gitar oleh ayahnya. Empat tahun kemudian, pada 1987 Jaya mulai membuat puisi. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved