Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Berita Budaya

Seniman Aceh, Lahirkan 2000 Karya Musikalisasi Puisi, Ini Hasil Karyanya

Puisi berjudul "Rajawali" begitu mengentak dibawakan dalam format musikalisasi puisi oleh Rahmad Sanjaya bersama Kelompok Musik BATAS....

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Jalimin
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Seniman Aceh, Rahmad Sanjaya. 

Pindah ke Banda Aceh melanjutkan pendidikan di salah satu perguruan tinggi. Ia masuk Fakultas Teknik jurusan Teknik Sipil. Seiring dengan kepindahannya ke ibukota Provinsi Aceh, Jaya mulai bersinggungan dengan dunia kesenan di Banda Aceh. 

Wow, TPK Sekda Aceh Diusul Rp 35 Juta Sebulan, Naik 100 Persen dari sebelumnya Rp 17,5 Juta

Wamena Rusuh, Rentetan Suara Tembakan Terdengar, Sejumlah Bangunan Dibakar

Tahun 1990 bergabung dengan Teater Mata pimpinan almarhum Maskirbi. Jaya mulai bermain dalam beberapa naskah drama dan menggarap musik teater, untuk kepentingan pertunjukan Teater Mata, Teatar Krya Artistika dan Teater Kosong.

Sebagai penyair, Jaya di undang ke Malaysia dan dikukuhkan oleh Dewan Kesenian Jakarta menjadi Penyair Abad 21 di tahun 1996. Puisi-puisinya terhimpun dalam Antologi Sosok (1992), Nafas Tanah Rencong (1992), Antologi Batu Malang (1993), Antologi Seulawah;Antologi Aceh Sekilas Pintas (1995), Mimbar penyair Abad 21 (1996), Antologi Puisi Indonesia (1997), Dalam Beku Waktu (2002), Antologi Putroe Phang (2002), Antologi Tanah Pilih (2008) dan Ensiklopedi Aceh (2008), serta Ensiklopedi penyair, penari pelukis dan teater Aceh (2009). Dan masih banyak yang lainnya hingga 2019.

Sedangkan puisi dalam bentuk Musikalisasi Puisi terdapat dalam album: Himne Bagimu Ibu, Luka, Khibast2000, Kehidupan I dan 2 (1999-2000). Ditahun 2009 dia membuat Album musikalisasi puisi bertajuk “Jaya” (Komunitas Musik Merdeka) yang di rekam dalam CD Audio.

BMKG: Jarak Pandang Asap di Aceh Barat 2 Kilometer, Penerbangan ke Bandara Nagan Raya Gagal Mendarat

Pendiri Bengkel Musik Batas (1989), Khibast2000 (1997), Komunitas Musik Merdeka (1998) Asosiasi Seniman Aceh Indonesia – ASAI (1998) dan Komunitas Rumah Sawah (2006) ini telah mengaransmen 2000 an lebih puisi ke dalam bentuk komposisi Musikalisasi Puisi sejak tahun 1987 - 2019. 

Dalam organisasi kesenian Direktur Komunitas Rumah Sawah (KRS) ini pernah menjabat  Sekretaris Dewan Pengawas Dewan Kesenian-DKA (2000-2005), Wakil Ketua II Bidang Program DKA (2006-2007), Ketua Umum Komunitas Musik Merdeka Indonesia (2001- sampai sekarang), dia juga tercatat sebagai eartawan. Sebagai seniman yang terus aktif, Rahmad Sanjaya tercatat dalam Buku Pintar sastra Indonesia (2001).(*)

Kabut Asap kian Parah, Panglima Laot Aceh Imbau Nelayan tak Melaut Terlalu Jauh

Pelaku Sejarah Minta DPRK Banda Aceh Lahirkan Qanun Cagar Budaya

Polisi Amankan Satu Orang Terduga Teroris Jaringan JAD di Cilincing

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved