Berita Aceh Malaysia
Raudhatul Munawwarah, Majelis Pengajian Ibu-Ibu Komunitas Melayu Aceh di Malaysia
Menurut data Berita Harian, saat ini terdapat sekitar 500.000 orang Aceh di Malaysia. Sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di Lembah Kelang.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aktivitas warga Aceh Malaysia kini terus berkembang.
Tidak hanya sekedar sibuk dengan kegiatan kerja dan berdagang komunitas Aceh di negeri jiran itu juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Mereka terhimpun dalam beberapa organisasi dengan yang terbesar adalah Komuniti Melayu Acheh Malaysia (KMAM) yang dipimpin oleh seorang dengan jabatan presiden.
Saat ini Presiden KMAM dijabat oleh Datuk Mansyur Bin Usman, pria kelahiran Aceh Utara yang memperoleh gelar Datuk dari Kerajaan Malaysia, sebagai penghargaan atas keterlibatannya dalam berbagai aksi sosial dan kemanusiaan di negeri itu.
Baca: Catatan dari Malaysia, Koperasi Masa, Datuk Mansyur, Hingga Kisah Tiga Diaspora Aceh Beda Generasi
Baca: Koperasi Masa Kuala Lumpur Jajaki Rencana Impor Ikan dari Aceh ke Malaysia
Selain KMAM yang diklaim memiliki anggota hingga ratusan ribu orang, sejumlah orang yang berprofesi sebagai peniaga dan pengusaha juga tergabung dalam wadah Persatuan Gabungan Usahawan Acheh Malaysia (GUAM).
Asosiasi yang secara resmi berdiri pada Januari 2019 ini juga dipimpin oleh seorang presiden.
Saat ini, Presiden GUAM dijabat oleh Harris Bin Terry Sarava, pemuda keturunan Aceh-Melayu.
Harris yang saat ini berusia 25 tahun lahir di Klang, Malaysia, namun menghabiskan masa remajanya atau selama 15 tahun belajar di Dayah Darussa’adah Teupin Raya, Pidie.
Baca: Pengusaha Aceh di Malaysia Dirikan GUAM, Sediakan Asuransi Kematian Bagi Anggota yang Kemalangan
Baca: Netizen India dan Malaysia Perang Tagar, Gara-gara Mahathir Sebut Muslim Kashmir Dijajah
Baca: Pengusaha Malaysia Berminat Kembangkan Bisnis Tirom Aceh, Begini Tanggapan Dyah Erti Idawati
Sementara untuk kaum ibu, ada satu wadah yang menjadi tempat mereka berkumpul, yaitu “Pengajian Raudhatul Munawwarah Chow Kit”.
Majelis pengajian ini diketuai oleh Datin Melur Husin, istri daripada Datuk Mansyur Bin Usman (Presiden Komunitas Melayu Aceh Malaysia), dengan Wakil Ketua Kak Esah Yusof, dan Ketua Panitia Kak Fyda Rusli.
Kaum ibu Komunitas Melayu Aceh Malaysia ini beralamat di Jalan Raja Bot, Chow Kit, Kuala Lumpur Malaysia.
Mereka rutin menggelar pengajian setiap hari Kamis pukul 15.00 atau pukul 3 petang waktu Malaysia.
Pegajian diasuh oleh ustaz dan ustazah jemputan. Terkadang didatangkan langsung dari Aceh.
“Seperti pada Kamis (3/10/2019) tadi, pengajian diisi oleh Ustaz Ayueb Ahmad dari Aceh Timur, dengan tema tentang fardhu ain dan belajar shalawatan untuk persiapan peringatan Maulid Nabi,” kata Jafar Insya Reubee, anggota komunitas Aceh Malaysia kepada Serambinews.com.
Setelah pengajian, kata Jafar Insya, kaum ibu Majelis Pengajian Raudhatul Munawwarah juga sepakat untuk melaksanakan Maulidul Rasul pada tanggal 9 bulan 11.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/majelis-pengajian-raudhatul-munawwarah.jpg)