Berita Aceh Barat Daya
Stok Beras BPNT Gerai e-Warung Dipasok Bulog, Segera Teken MoU di Abdya
Kegiatan Perum Bulog menyalurkan bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra) kepada keluarga kurang mampu atau KPM...
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Jalimin
Stok Beras BPNT Gerai e-Warung Dipasok Bulog, di Abdya Segera Teken MoU
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Kegiatan Perum Bulog menyalurkan bantuan sosial beras keluarga sejahtera (bansos rastra) kepada keluarga kurang mampu atau KPM (keluarga penerima manfaat), sudah berakhir.
Di Aceh Barat Daya (Abdya), penyaluran rastra oleh Perum Bolug berakhir sejak Mei 2018 lalu, kemudian berubah menjadi Program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Melalui program ini, KPM membelanjakan bahan kebutuhan pangan, seperti beras dan telur ayam pada e-warung terdekat yang telah ditetapkan dengan nilai dominal tidak boleh lebih dari Rp 110.000 per bulan.
Selama lebih setahun terakhir, kebutuhan beras pada e-Warung di Abdya dipasok secara bebas atau sesuai keinginan pedagang yang dipercaya mengelola e-Warung.
“Dalam waktu dekat, stok kebutuhan beras pada e-Warung dipasok Perum Bulog memalui ikatan kerja sama yang dituangkan dalam MoU,” kata kepala Dinas Ssosial Abdya, Ikhwansyah TA SH kepada Serambinews.com, Kamis (3/10/2019).
Ini Sumpah dan Janji Pimpinan MPR Periode 2019-2024
Pemkab Aceh Besar Sosialisasi Kebijakan Kependudukan di Kecamatan Ingin Jaya, Ini yang Dibahas
Turunkan Pemain Ilegal, Liverpool Kena Denda Rp 3,4 Miliar
Hal itu merupakan hasil Rapat Koordinasi (Rakor) BPNT di Batam, belum lama ini. Pada kesempatan itu, Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI, membuka kesempatan kepada Perum Bulog untuk menjual beras miliknya ke gerai e-Warung, yang merupakan instrumen dari penyaluran program BPNT.
“Perum Bulog sebagai suplier beras ke e-Warung bertujuan menjamin terjaga mutu beras dan kestabilan harga,” kata Ikhwansyah TA. Tekait program ini, Kepala Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie, Edi Saputra sudah melakukan koordinasi awal dengan Kadis Sosial Abdya, Ikhwansyah TA.
Untuk realisasinya, kata Kadis Sosial Abdya sedang dipersiapkan MoU yang nantinya ditandatangani Perum Bolog Sub Divre VI Blangpidie, Pengusaha e-Warung, Bank Penyalur (BRI), dan Dinas Sosial Abdya.
Sebagai catatan, di Abdya tercatat hampir 12.000 KPM tersebar dalam 9 kecamatan atau 152 desa/gampong sebagai penerima BPNT. Di Abdya, program BPNT dimulai sejak Mei 2018 setelah masing-masing KPM mendapat KKS atau kartu kombo dari pihak BRI sebagai bank penyalur.
Dua Pasangan Zina tidak Tahan Disebat 100 Kali, Seorang tak Hadir Karena Alasan Ini
Dengan menggunakan kartu kombo, masing-masing KPM membelanjakan bahan kebutuhan pangan, seperti beras dan telur ayam pada e-warung terdekat dengan nilai dominal tidak boleh lebih dari Rp 110.000 per bulan.
Adapun jumlah e-Warung aktif di Kabupaten Abdya sekitar 60 unit, terdiri dari binaan BRI 60 unit, binaan Perum Bulog 15 unit dan binaan Kementerian Sosial 10 unit. Berdasarkan ketentuan, satu e-Warung berbanding 200 KPM.
Uji Coba di Aceh Selatan
Seperti diketahui bahwa Perum Bulog Divre VI Blangpidie dengan wilayah kerja meliputi Kabupaten Abdya, Aceh Selatan, Kota Subulusalam dan Aceh Singkil. Sebelumnya, bantuan rastra disalurkan kepada KPM di empat kabupaten/kota tersebut.
Untuk Kabupaten Abdya dan Kota Subulussalam, program rastra sudah berakhir Mei 2018 dan Februari 2019 lalu. Sedangkan untuk Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Singkil, baru berakhir sejak Agustus 2019 lalu.
Kepala Perum Bulog Sub Dire VI Blangpidie, Edi Saputra dihubungi Serambinews.com sebelumnya menjelaskan, dari empat kabupaten/kota di wilayah kerjanya, telah dilakukan koordinasi dengan Dinas Sosial di tiga kabupaten, yaitu Abdya, Aceh Selatan dan Aceh Singkil.
Koordinasi menyangkut Perum Bulog bertindak sebagai suplier atau pemasok beras ke e-Warung program BPNT. Sedangkan koordinasi hal yang sama dengan Dinas Sosial Kota Subulussalam segera dilakukan.
Dari koordinasi yang telah dilakukan, Perum Bolug Sub Divre VI Blangpidie melakukan uji coba memasok beras kebutuhan di e-Warung di Kabupaten Aceh Selatan.
Tumpas Kejahatan Akademik, FISIP UIN Ar-Raniry Launching Academic Writing Center
Aliran Krueng Tripa di Nagan Raya Butuh Pembersihan, Sejumlah Desa Langganan Banjir
Uji coba yang dilaksanakan Kamis pekan lalu, dipasok kebutuhan beras pada 5 unit e-Warung di Aceh Selatan. Sedangkan untuk kabupaten lainya, Abdya, Aceh Singkil, termasuk Kota Subulussalam segera dilakukukan uji coba.
Edi Saputra lebih lanjut menjelaskan, beras yang suplai ke e-Warung program BPNT merupakan beras premium atau kualitasnya lebih bagus dari beras medium, sehingga mampu bersaing di gerai (toko) e-Warung.
Kepala Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie lebih lanjut menjelaskan, pihaknya siap memasok beras premium e-Warung sebagai bahan pangan yang akan dibelanjakan KPM yang masuk daftar program BPNT.
Kesiapan itu, menurutnya karena stok beras di tiga gudang di bawah Perum Bulog Sub Divre VI Blangpidie tersedia dalam jumlah cukup. Stok beras tersedia di Gudang Padang Baru Susoh Abdya, Gudang Kota Fajar Aceh Selatan, dan Gudang Subulussalam Kota Subulussalam.(*)
Anggota Kodim Bireuen Tampil di Hitam Putih Trans7, Mampu Berbicara dalam Tujuh Bahasa Asing
Mahasiswa PSDKU Unsyiah Demo Gedung DPRK Gayo Lues, Ini Tuntutan Mereka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beras-bpnt-gerai-e-warung-ke-abdya.jpg)