Berita Aceh Timur

Nelayan Aceh Timur Sulit Peroleh BBM Solar, DPRA Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan

Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di Aceh Timur. Akibatnya, menghambat aktivitas nelayan untuk melaut, dan pengguna kendaraan yang....

Nelayan Aceh Timur Sulit Peroleh BBM Solar, DPRA Minta Pertamina Segera Atasi Kelangkaan
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Anggota DPRA Aceh, Tgk Muhammad Yunus (Abon Yunus). 

Nelayan Aceh Timur Sulit Peroleh BBM Solar, DPRA Minta Pertamina Segera Atasi

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka di Aceh Timur. Akibatnya, menghambat aktivitas nelayan untuk melaut, dan pengguna kendaraan yang menggunakan BBM solar.

“Sudah sekitar 15 hari nelayan kuala Idi Cut, kesulitan mendapatkan BBM solar sehingga nelayan tidak bisa melaut,” ungkap Anggota DPRA Aceh, Tgk Muhammad Yunus (Abon Yunus) kepada Serambinews.com, Rabu malam, usai menampung aspirasi dari nelayan, Panglima Laot Kuala Idi Cut, terkait kelangkaan solar.

Akibat kelangkaan solar ini, jelas Abon Yunus, aktivitas melaut nelayan terhenti total karena tidak ada BBM.

Bahkan, kapal nelayan saat ini menumpuk di pelabuhan.

Karena kelangkaan solar berdampak terhadap perekonomian nelayan, karena itu menyahuti aspirasi nelayan, Abon Yunus, mengharapkan Pertamina segera segera mengatasi kelangkaan solar yang dialami masyarakat di Aceh Timur.

Turki Beri Tahu Amerika, Rusia, Jerman, NATO, dan PBB, Tentang Operasi Besar-besaran di Suriah

Marco Giampaolo Pelatih Tercepat yang Dipecat dalam Sejarah AC Milan

Tiang Listrik Miring Ke Arah Jalan di Lewak Simeulue, Arus Listrik dan Jaringan Telkomsel Putus

“Sudah dicari ke beberapa SPBU di Aceh TImur, dan luar Aceh Timur, tapi tidak ditemukan BBM solar. Karena itu, mewakili aspirasi nelayan, kita mohon agar Pertamina segera mengatasi kelangkaan solar ini dengan memasok kouta BBM seperti semula pada setiap SPBU,” pinta Abon Yunus.

Panglima Laot Kuala Idi Cut, Herman, mengatakan BBM solar langka sudah sebulan. Namun saat ini benar-benar sulit didapatkan sehingga nelayan tidak bisa melaut.

“Sudah kita cari ke beberapa SPBU di Aceh Timur tapi tidak ditemukan,” ungkap Herman. Sebelumnya, ungkap Herman, nelayan yang menggunakan boat di bawah 30 GT masih menggunakan BBM subsidi dengan kebutuhan minyak 1-1,2 ton minyak per kapal.

“Harapan kita stok BBM solar kembali normal, agar para nelayan dapat beraktivitas kembali,” harapnya.

Salah satu petugas SPBU di Aceh Timur, yang dikonfirmasi Serambinews.com mengatakan kelangkaan BBM solar ini sudah terjadi sekitar sebulan ke belakang.

“Sebelum langka biasanya BBM solar dipasok Pertamina 16 ton per hari. Namun, sebulan terakhir koutanya dikurangi menjadi 8 ton,” ungkap seorang petugas SPBU yang minta namanya tak disebutkan, kepada Serambinews.com, Rabu (9/10/2019) malam.

SPBU di Aceh Timur, berada di lintas jalan Banda Aceh-Medan, yang tingkat pengguna BBM solar sangat tinggi. Karena itu, jatah 8 ton perhari hanya bertahan untuk 4-8 jam di SPBU.

“Salah satunya solusi mengatasi kelangkaan ini yaitu pasokan BBM solar dari Pertamina distabilkan seperti semula agar koutanya mencukupi untuk konsumen,” jelasnya.(*)

Dua Sipir Cabang Rutan Lhoksukon tak Ikuti Tes Urine, Ini Akibatnya

BKSDA Aceh Anugerahi Penghargaan untuk Satuan Reskrim Polresta, Ini Pengungkapan yang Dilakukan

Kapolres Aceh Selatan Silaturahmi dengan Pengurus PWI, Nyatakan Siap Dukung Konfercab ke II

 

Penulis: Seni Hendri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved