Selasa, 12 Mei 2026

Luar Negeri

Turki Beri Tahu Amerika, Rusia, Jerman, NATO, dan PBB, Tentang Operasi Besar-besaran di Suriah

Turki pada hari Rabu mengumumkan peluncuran “Operation Peace Spring” di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah utara.

Tayang:
Editor: Zaenal
ANADOLU AGENCY/MEHMET AKIF PARLAK
Kendaraan lapis baja Angkatan Bersenjata Turki membawa pasukan menuju perbatasan Suriah di Sanliurfa Turki. Pasukan Turki bersama dengan Tentara Nasional Suriah memulai Operasi Peace Spring di Suriah utara melawan PKK/YPG, teroris Daesh, di seluruh distrik Akcapinar dari Sanliurfa, Turki, Rabu 9 Oktober 2019. 

Turki Beri Tahu Amerika, Rusia, Jerman, NATO, dan PBB, Tentang Operasi Besar-besaran di Suriah

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Kementerian Pertahanan Nasional Turki mengatakan, pihaknya telah memberi tahu AS, Rusia, Jerman, Prancis, Italia, NATO, dan PBB tentang operasi besar-besaran yang mereka lancarkan di perbatasan dengan Suriah.

"AS, Federasi Rusia, AS, Jerman, Prancis, dan Italia, NATO, dan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa diberitahu tentang Operasi Musim Semi Perdamaian mulai pukul 11.00 GMT," kata kementerian itu di Twitter, Rabu (9/10/2019), dilansir Kantor Berita Turki, Anadolu Agency.

Turki pada hari Rabu mengumumkan peluncuran “Operation Peace Spring” di sebelah timur Sungai Eufrat di Suriah utara.

Operasi ini bertujuan untuk mengamankan perbatasannya, dengan menghilangkan unsur-unsur teroris, guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah yang aman dan integritas wilayah Suriah.

Turki mengatakan kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan perpanjangannya YPG / PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah.

Kelompok ini disebut membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.

Baca: Konvoi Militer Turki Dalam Jumlah Besar Menuju ke Perbatasan Suriah, Siap Menyerang, Trump Tertekan

Baca: Respon Rencana Serangan Turki, Kurdi Suriah Serukan Perlawanan

Turki juga menekankan bahwa mendukung teroris dengan dalih memerangi Daesh tidak dapat diterima.

Turki memiliki perbatasan sepanjang 911 kilometer (566 mil) dengan Suriah.

Negara ini telah lama mengecam ancaman para teroris di timur Sungai Eufrat dan pembentukan "koridor teroris" di sana.

Turki berencana untuk memukimkan kembali dua juta warga Suriah di zona aman seluas 30 km (19 mil).

Pemukiman ini akan didirikan di Suriah, membentang dari Sungai Efrat ke perbatasan Irak, termasuk Manbij.

Namun, kehadiran kelompok teror seperti PKK, PYD, dan YPG berisiko pembentukannya, tulis Anadolu Agency.

Turki telah membebaskan area seluas 4.000 km persegi (1.544 mil persegi) di Suriah dari kelompok-kelompok teroris dalam dua operasi lintas-perbatasan yang terpisah.

Sejak 2016, Turki telah melakukan dua operasi militer besar di Suriah barat laut.

Baca: Gadis Aceh Dijual di Malaysia

Baca: Rangga, Eks Kombatan GAM Aceh Tenggara Ditangkap di Sumut saat Hendak Jual 80 Kg Ganja

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved