Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Nelayan Aceh Timur yang Meninggal di Myanmar Ternyata Mantan Kombatan GAM

“Almarhum juga mantan Kombatan GAM. Kita mohon ada perhatian dari pemerintah kepada anak dan istrinya itu," kata Muhammad Akbar.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Keuchik Gampong Buket Pala, Muhammad Akbar, dan keluarga menyambut jenazah Zulfadli yang diantar oleh Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, Kamis (10/10/2019) pagi. SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI Teks : Suasana pemakaman Zulfadli Tekong KM Troya di TPU Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis pagi. 

Sebelumnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh memulangkan jenazah Zulfadli yang dulunya berprofesi nelayan tepatnya nahkoda KM Troya asal Aceh Timur. 

Ia ditangkap militer Myanmar, Februari 2019.

Kemudian ia meninggal dunia di Rumah Sakit Kauthaung Hospital Myanmar, 29 September 2019 pukul 22.50 waktu Myanmar.

Kemudian, jenazahnya dipulangkan ke Aceh dan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar kemarin, Rabu (9/10/2019) sekitar pukul 21.30 WIB. 

Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar, ikut mengantar jenazah ini hingga ke Bandara SIM. 

Saat tiba di Bandara SIM Blangbintang, jenazah ini disambut pihak Pemerintah Aceh yang diwakili Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri.

Selain itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Anggota DPR Aceh asal Aceh Timur, Iskandar Usman Alfarlaky, Kepala Bidang Linjamsos Sya’baniar SE, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kemudian, pihak Dinsos Aceh langsung membawa pulang jenazah ini ke rumah almarhum.

Saat tiba di kampung halamannya di Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur, jenazah disambut pihak keluarga, termasuk isterinya, Rosnidar, anaknya, keuchik, dan para pelayat. 

Tak hanya istri, anak, orang tua, adi8k, dan abang almarhum, sebagian pelayat pun tak mampu menahan tangis setelah melihat jenazah Zulfadli.  

Isak tangis para pelayat sangat terlihat jelas, terutama para kaum ibu-ibu yang tidak sanggup menahan kesedihan atas musibah yang menimpa Rosnidar bersama keluarganya.

Apalagi orang tua almarhum serta para adik dan abang kandungnya, tangisan tak bisa mereka tahan setelah melihat jenazah Zulfadli.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri, MM yang diwakili stafnya, Darmaini SE, saat penyerahan jenazah ini mengatakan mengatakan sangat bersyukur, setelah menjalani proses panjang, jenazah almarhum berhasil dipulangkan sesuai keinginan pihak keluarga.

Pada kesempatan itu, Darmaini turut didampingi tim Dinas Sosial Aceh Timur. 

Seperti diketahui, Zulfadli adalah nelayan yang ditahan oleh otoritas Myanmar karena ditangkap saat masuk ke wilayah teritorial negara setempat.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved