Minggu, 10 Mei 2026

Berita Aceh Timur

Nelayan Aceh Timur yang Meninggal di Myanmar Ternyata Mantan Kombatan GAM

“Almarhum juga mantan Kombatan GAM. Kita mohon ada perhatian dari pemerintah kepada anak dan istrinya itu," kata Muhammad Akbar.

Tayang:
Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
Serambi
Keuchik Gampong Buket Pala, Muhammad Akbar, dan keluarga menyambut jenazah Zulfadli yang diantar oleh Pemerintah Aceh melalui Dinsos Aceh, Kamis (10/10/2019) pagi. SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI Teks : Suasana pemakaman Zulfadli Tekong KM Troya di TPU Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis pagi. 

“Almarhum juga mantan Kombatan GAM. Kita mohon ada perhatian dari pemerintah kepada anak dan istrinya itu," kata Muhammad Akbar.

Nelayan Aceh Timur yang Meninggal di Myanmar Ternyata Mantan Kombatan GAM 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Nelayan asal Aceh Timur, Zulfadli (34) yang sudah 12 hari meninggal di Myanmar, baru tadi pagi tiba dan dimakamkan di kampung halamannya, Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Ia meninggalkan seorang istri, Rosnidar dan dua anaknya Malikul Fadli (8) kelas II SD, dan Muzawir Fadli (5).

Keuchik Buket Pala, Muhammad Akbar yang juga abang ipar almarhum menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Kamis (10/10/2019). 

“Almarhum juga mantan Kombatan GAM. Kita mohon ada perhatian dari pemerintah kepada anak dan istrinya itu," kata Muhammad Akbar. 

Menurut Muhammad Akbar, istri almarhum itu adalah guru honor di SDN 3 Idi Rayeuk, sehingga sangat berharap bisa jadi PNS. 

"Sedangkan kepada anak-anak almarhum, keluarga juga berharap ada beasiswa dari pemerintah," kata Muhammad Akbar. 

Akbar mengatakan keluarga telah mengikhlaskan kepergian Zulfadli, yang merupakan takdir terbaik dari Allah SWT.

“Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat yang mulia dan terbaik di sisi Allah SWT,” doa Tgk Akbar.

Baca: Ini Kata-kata Sumpah Pimpinan Definitif DPRK Lhokseumawe Periode 2019-2014

Baca: LK Ara Lahirkan 120 Judul Buku, Sebahagian Dibeli oleh Liberary of Congress Amerika

Baca: BI Lhokseumawe Musnahkan Uang tak Layak Edar Capai Rp 529 Miliar

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah 12 hari meninggal di Myanmar, jenazah Zulfadli (34) baru berhasil dibawa pulang ke kampung halamannya di Gampong Buket Pala, Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (10/10/2019) pagi. 

Almarhum sudah dikubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) kampung itu siang tadi. 

Keuchik gampong itu yang juga abang ipar almarhum, Muhammad Akbar, mengatakan jenazah almarhum yang diantar pihak Dinas Sosial Aceh dari Banda Aceh tiba di rumahnya itu Gampong  Buket Pala, Kamis (10/10/2019) pagi. 

“Setelah kita terima, jenazah kita shalatkan, kemudian jenazah kita kebumikan di pemakaman Gampong Buket Pala. Proses pemakaman selesai pukul 11.00 WIB," kata Akbar seraya mengatakan nanti malam sudah mulai takziah untuk almarhum.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved