Berita Banda Aceh

Setelah Hilang Kontak Sejak 20 September, Tiga Nelayan Aceh Diketahui Terdampar di Kepulauan Andaman

Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan tiga nelayan asal Aceh Timur yang sebelumnya hilang kontak ketika melaut dengan menggunakan...

Setelah Hilang Kontak Sejak 20 September, Tiga Nelayan Aceh Diketahui Terdampar di Kepulauan Andaman
For Serambinews.com
Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky menggelar konferensi pers di Media Center DPRA, Jumat (11/10/2019).    

Setelah Hilang Kontak Sejak 20 September, Tiga Nelayan Aceh Diketahui Terdampar di Kepulauan Andaman

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky menyampaikan tiga nelayan asal Aceh Timur yang sebelumnya hilang kontak ketika melaut dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Athiya 02 berkapasitas 7 GT sejak 20 September 2019 diketahui terdampar ke Pulau Andaman, India.

Ketiganya adalah Munazir (33) selaku Nahkoda serta Kaha (33) dan Man (20) sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

“Informasi yang kami peroleh dari staf KBRI di India menyampaikan satu kapal penangkap ikan asal Indonesia ditangkap oleh coast guard Andaman sekitar 10-15 hari lalu dan telah diserahkan ke kepolisian setempat.

Posisi ketiga nelayan adalah di penjara,” kata Iskandar dalam konferensi pers di Media Center DPRA, Jumat (11/10/2019).

Dari informasi KBRI di India, kata Iskandar, kemungkinan besar kapal yang ditangkap tersebut sama dengan KM Athiya 02.

Ketiga nelayan tersebut diduga kuat hanyut terbawa arus ke kawasan Andaman ketika perairan Aceh ditutupi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dan daerah lain.

Menjajal Kamera Makro Redmi Note 8, Kamera Utamanya Beresolusi 48 Megapiksel

PTUN Jakarta Menangkan Gugatan PT CA, Bupati Akmal: Melukai Rasa Keadilan Masyarakat

Empat Karya Budaya asal Aceh Ini Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya tak Benda Indonesia

Sehingga mereka tidak bisa kembali  kedaratan dan tersesat hingga terdampar ke perairan Andaman. “Informasi yang disampaikan saat ini (keberadaan ketiga nelayan Aceh) sedang ditanggani oleh bagian protokol dan konsuler KBRI di India,” ujar Iskandar.

Politisi Partai Aceh mengatakan, dirinya sudah meminta staf KBRI di India untuk bertemu langsung dengan ketiga nelayan itu. Hal itu penting dilakukan, sambung Iskandar, untuk memastikan keadaan ketiga nelayan itu dalam keadaan baik-baik saja.

Jangan sampai, nasib mereka sama dengan Zulfadli, nelayan asal Aceh Timur yang meninggal setelah ditahan di Myanmar.    

“Masih ada kawan Zulfadli satu lagi, yaitu tekong kapal Bintang Jasa atas nama Jamaluddin yang  ditahan di Kauthaung, Myanmar. Kita sudah berkomunikasi dengan berbagai lintas stakeholder, termasuk Dinas Sosial, Dinas Perikanan, termasuk kementerian serta pihak Kedubes RI di sana agar Jamaluddin dilepaskan,” katanya.

Sempat Tertunda karena Pemilu, Warga Pertanyakan Jadwal Ulang Pemilihan Keuchik Ujong Tanjong

Solar Langka di SPBU Gayo Lues, Diduga Diborong Oleh Ini

Terhadap tiga nelayan asal Aceh Timur yang dilaporkan ditahan di Andaman, Iskandar mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak KBRI, Dinas Sosial Aceh, Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, agar sama-sama melakukan advokasi. Sehingga ketiga neyalan tersebut bisa segera dipulangkan ke Aceh dalam keadaan selamat.

“Yang perlu diketahui, nelayan kita bukan dengan sengaja masuk ke perairan Andaman, India. Tapi karena faktor alam, mereka terbawa arus sehingga terdampar ke Andaman,” pungkas Iskandar.(*)    

Ini Enam Siswa yang Meraih Juara Duta Kamtibmas Aceh Utara

DPRK Abdya belum Bahas KUA PPAS 2020, Ini Kendalanya

Besok Malam, Festival Rapai Internasional Hentakkan Stadion Cot Gapu Bireuen

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved