Breaking News
Selasa, 28 April 2026

Aksi Cepat Tanggap

ACT Aceh Ajak Masyarakat Bantu Korban Gempa Maluku

gempa berkekuatan magnitude 6,5 berdampak rusaknya ribuan bangunan serta menelan korban jiwa

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
Dok ACT
Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu korban gempa di Maluku 

Dapur Umum yang kami upayakan diaktivasi di bukit-bukit. Sebab, para pengungsi di atas bukti kurang mendapat bantuan.

Nasib Pengungsi di Seram Barat Maluku, Belum Dapat Selimut, Tenda dan Obat Setelah 13 Hari Gempa

Bantuan yang datang sudah lebih dulu habis di titik pengungsian di tepi jalan di bawah bukit.

Sedangkan untuk layanan kesehatan, tim medis ACT melayani para penyintas dari titik pengungsian ke pengungsian lain.

“Saat ini para pengungsi masih membutuhkan sejumlah keperluan mendesak seperti air bersih, makanan, tenda dan alas tenda.

Di lokasi pengungsian, sejumlah penyakit sering dialami oleh anak-anak. Selain sistem kesehatan anak-anak lebih rentan, kondisi pengungsian yang tidak layak, kotor, dan juga lembab turut menjadi pemicu penyait.

“Para pengungsi hanya tidur beralaskan tenda dan terpal. Meskipun sulit, Mereka juga harus memastikan kebersihan tenda agar terhindari dari penyakit,” ungkapnya.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu korban gempa di Maluku
Aksi Cepat Tanggap (ACT) membantu korban gempa di Maluku (Dok ACT)

Lumbung ternak masyarakat

Dalam sesi diskusi tersebut, Husaini menambahkan bahwa Gampong Ie Suum merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat oleh ACT Aceh.

Di desa ini sudah terdapat lokasi pengembalaan ternak domba dari hasil wakaf. Tahun sebelumnya, jumlah domba yang diternak berjumlah lima ekor. Sekarang sudah berjumlah 44 ekor.

Terkait Pemanggilan Mualem, Mantan GAM Aceh Barat Minta Komnas HAM Jangan Ungkit-ungkit Masa Lalu

“Kita berupaya mengembangkan lokasi peternakan ini sampai besar. Mudah-mudahan ke depan hewan ternak di sini bisa menyuplai kebutuhan saat Hari Raya Qurban,” pungkasnya.

Harapannya, lokasi pengelolaan domba nantinya bisa berkembang sebesar Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Global Wakaf di Blora, Jawa Tengah, yang mengelola puluhan ribu hewan ternak.

Melalui LTW masyarakat dapat diberdayakan ekonomi sebab adanya penyerapan tenaga kerja.

Ia menjelaskan bahwa hasil peternakan di Gampong Ie Suum nantinya akan dimanfaatkan membantu membiayai Yayasan Balai Pengajian Insan Kamil dan donasi untuk dunia kemanusiaan.

Harapannya, proses belajar mengajar di dayah tersebut semakin lancar dalam menghasilkan lulusan berkualitas.

Tujuh Pelajar MTsN 8 Aceh Besar Keracunan, Ini Makanan yang Dimakan

Program pengelolaan wakaf seperti itu juga telah berjalan di Gampong Lhok Geulumpang, Setia Bakti, Aceh Jaya.

Di sana ACT Aceh mengelola lahan wakaf seluas 110 hektare yang ditanami sereh wangi. Hasil produksi sereh wangi tersebut digunakan membiayai operasional Yayasan Al-Anshar yang menampung ratusan santri yatim dan kurang mampu.

“Wakaf yang dipercayakan, kami coba kelola secara produktif agar bisa dimanfaatkan masyarakat lebih luas,” paparnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved