Berita Bireuen

Sudah Hampir 10 Tahun Irigasi Seuke Pulot Bireuen Belum Rampung, Ini Harapan Petani

“Kapan irigasi Seuke Pulot rampung dikerjakan, kami (petani) mengharapkan cepat selesai untuk mengairi sawah tadah hujan di tiga kecamatan,”

Sudah Hampir 10 Tahun Irigasi Seuke Pulot Bireuen Belum Rampung, Ini Harapan Petani
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
Bendungan irigasi Mon Seuke Pulot di Peusangan Siblah Krueng, Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Irigasi Seuke Pulot, kawasan Desa Pante Karya,
Peusangan Siblah Krueng, Bireuen mulai dibangun tahun 2009 lalu, namun
hingga sekarang belum rampung.

Petani mengharapkan irigasi untuk mengairi ribuan hektar sawah tadah hujan di tiga kecamatan dapat
segera rampung.

“Kapan irigasi Seuke Pulot rampung dikerjakan, kami (petani)
mengharapkan cepat selesai untuk mengairi sawah tadah hujan di tiga
kecamatan,” ujar Muhammad, Muslim dan sejumlah petani lainnya kepada
Serambinews.com, Sabtu (12/10/2019) kemarin.

Terkait Pemanggilan Mualem, Mantan GAM Aceh Barat Minta Komnas HAM Jangan Ungkit-ungkit Masa Lalu

Menurut petani, proses pembangunan irigasi dilakukan tahun ini
bersamaan dengan pembayaran ganti rugi tanah yang terkena saluran
irigasi.

Namun hingga memasuki Oktober belum ada informasi lanjutan
terhadap jadwal pembayaran ganti rugi dan pembangunan saluran.

Bendungan utama irigasi sudah rampung tinggal pembangunan saluran
induk dan saluran pembagi ke sawah-sawah petani.

Ombudsman: Kesulitan Tarik Uang, Masyarakat Harapkan Bank Aceh Buka Kantor Kas di Pulo Aceh

Adapun kawasan terkena pembangunan saluran irigasi besar tersebut mulai dari Gampong
Pante Karya, Alue Gelumpang, dan Alue Iet.

Seterusnya ke Desa Buket Sudan, Awe Geutah, Cot Saleut dan Alue Kupula.

Selanjutnya ke Gampong Dayah Baro serta Lhueng Daneun, panjangnya
seluruhnya sekitar 15 KM.

Camat Peusangan Siblah Krueng, Armadi, SHi mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Pemkab Bireuen menyangkut jadwal pembayaran ganti rugi, namun belum ada jawaban pasti.

Disebutkan, tahapan pengukuran untuk pembebasan lahan masyarakat
terkena pembangunan saluran irigasi telah selesai dilakukan dan saat
ini menunggu penetapan harga dari Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP)
untuk ganti rugi.

PUPR Dituding tak Becus Tangani Jalan Peureulak-Lokop, DPRA Minta Gubernur Perhatian Pedalaman Aceh

"Kita berharap ganti rugi dapat direalisasi secepatnya mengingat akan memasuki akhir tahun jangan sampai
anggaran mati," harap camat.

Para petani di Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan sebagian
Peusangan ujar camat berharap pembangunan irigasi dan pembangunan
saluran irigasi dapat dituntaskan untuk mengairi sekitar 3.000 hektar
sawah tadah hujan. (*)

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved