Rabu, 13 Mei 2026

Aceh Tamiang

Datok Penghulu Surati Koperasi Wassalam, Ini Tujuannya

"Sebelumnya sudah pernah saya tanya secara lisan. Tapi tidak ada jawaban, makanya hari ini saya coba melalui surat," kata Nekam,

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nur Nihayati
Dokumen Kembang Walii
Bibit sawit yang didistribusikan di Jamborambong diangkut menggunakan truk, Minggu (13/10/2019). Petani meminta koperasi pengelola transparan. Foto Kembang WaLii 

 "Sebelumnya sudah pernah saya tanya secara lisan. Tapi tidak ada jawaban, makanya hari ini saya coba melalui surat," kata Nekam, 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Datok Penghulu Jamborambong, Nekam menyurati Koperasi Usaha Wassalam menanyakan tiga poin pelaksanaan program peremajaan sawit rakyat (PSR). 

Dalam surat bernomor 258/JR-X/2019 tanggal 14 Oktober 2019, Nekam meminta Koperasi Usaha Wassalam lebih transparan dalam mengelola replanting. 

Ketiga poin yang ditanyakan itu berkaitan dengan rincian anggaran biaya (RAB), progres pelaksanaan serta tentang juklak dan juknis PSR. 

Tiga Hari ke Depan, Waspada Potensi Bencana Angin Puting Beliung di Bener Meriah

Tiga Korban Laka Lantas Rombongan Pengantin Masih Dirawat di RSU Cut Meutia, Ini Identitasnya

Pemko Lhokseumawe tak Usulkan Formasi CPNS untuk Tamatan SMA, Ini Sebabnya

Menurutnya sejak program ini dilaunching 6 Agustus lalu, dia selaku datok penghulu tidak pernah menerima informasi itu. 

"Sebelumnya sudah pernah saya tanya secara lisan. Tapi tidak ada jawaban, makanya hari ini saya coba melalui surat," kata Nekam, Senin (14/10/2019). 

Dia mengatakan ketiga pertanyaan yang diajukannya terbilang normal dan berkaitan langsung dengan 69 warganya yang menerima manfaat PSR. 

"Kalau total arealnya mencapai 121,8 hektare. Inikan bukan luas yang sedikit," kata Nekam.

Dijelaskannya pula kalau saat ini distribusi bibit sawit yang diterima kampungnya mencapai 17 ribu bibit, dan tinggal 1.500 bibit yang belum ditanam. 

Proses penanaman 1.500 bibit itu kata dia hanya tinggal menunggu waktu. 

"Bibitnya sudah ada, tinggal tanam. Sengaja ditunda penanaman karena masih hujan," ujarnya. 

Sejauh ini dia mengaku tidak tahu apakah 17 ribu bibit ini dialokasikan ke seluruh petani di Jamborambong atau ke depannya masih ada distribusi bibit tambahan. 

"Saya tidak tahu jatah di kampung kami berapa. Makanya surat yang saya ajukan termasuk menanyakan itu," sebutnya. 

Sebelumnya Koperasi Wassalam, salah satu pelaksana peremajaan sawit rakyat (PSR) memastikan program ini berjalan baik dan sesuai rencana. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved