Berita Aceh Malaysia

Ibu dan Empat Anak Delapan Bulan Telantar di Malaysia, Warga Aceh Kumpulkan Dana

Ibu bersama empat anaknya ini ditemukan oleh komunitas Aceh di Malaysia dalam kondisi memprihatinkan di pedalaman Kuantan, Pahang, Malaysia.

Ibu dan Empat Anak Delapan Bulan Telantar di Malaysia, Warga Aceh Kumpulkan Dana
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Tokoh Aceh di Malaysia, Bukhari Ibrahim bersama ibu dan empat anak yang sudah delapan bulan telantar di Malaysia. 

Ibu dan Empat Anak Delapan Bulan Telantar di Malaysia, Warga Aceh Kumpulkan Dana

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seorang ibu dan empat anaknya yang masih bocah, dilaporkan sudah delapan bulan terlunta-lunta di Malaysia.

Ibu bersama empat anaknya ini ditemukan oleh komunitas Aceh di Malaysia dalam kondisi memprihatinkan di pedalaman Kuantan, Pahang, Malaysia.

“Ibu bersama empat anak ini hidup terlunta-lunta semenjak ayah mereka ditangkap polisi delapan bulan lalu,” kata Bukhari Ibrahim, tokoh Aceh di Malaysia kepada Serambinews.com, Senin (21/10/2019) malam.

Komunitas Aceh di Malaysia menggelar rapat untuk membahas pemulangan ibu dan empat anak asal Aceh Timur yang sudah delapan bulan telantar di Malaysia.
Komunitas Aceh di Malaysia menggelar rapat untuk membahas pemulangan ibu dan empat anak asal Aceh Timur yang sudah delapan bulan telantar di Malaysia. (SERAMBINEWS.COM/Hand Over)

Bukhari memberitahukan, ibu empat anak ini bernama May Sarah binti Safrudin, asal Gampong Naleung Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur.

Ia menceritakan, ayah mereka yang bernama Rusli Bin Yakop ditahan pihak kepolisian Malaysia atas dugaan pelanggaran keimigrasian, alias tidak memiliki dokumen tinggal di Malaysia.

“Berdasarkan penelusuran kami, saat ini Rusli ditahan di Malaka. Besok kami akan ke sana melihat kondisinya,” ungkap Bukhari.

BERITA POPULER - Gadis Aceh Dijual ke Toke Malaysia, Mualem Diperiksa Komnas HAM Hingga Sabu 40 Kg

Video - Ulama Imbau Gadis Aceh Jangan Tergiur Rayuan Bekerja di Malaysia

Ia menyampaikan, proses penyelamatan ibu dan empat anak ini dilakukan secara bersama dengan melibatkan grup-grup dan komunitas Aceh di Malaysia.

“Ada Persatuan Kebajikan Klang, PPDM Idi Cut, Grup Waqulja,  Grup Iskandar Muda, GUAM (Gabungan Usahawan Acheh Malaysia), serta meliputi seluruh masyarakat Aceh di Malaysia,” kata Bukhari.

Video - Wawancara Eksklusif, Bukhari Ungkap Nasib Miris Gadis Aceh di Malaysia

Halaman
12
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved