Breaking News:

Longsor

Sempat Terkurung satu Malam, Kini Jalan Akses Kampung Cekal Baru Normal Kembali

Sabtu siang pukul 12.00 Wib masyarakat dari Kampung Tunya menuju Kampung Cekal Baru atau sebaliknya sudah bisa melintasi jalan tersebut.

Serambinews.com
Alat berat membersihkan puing tanah longsor di Jalan menuju Kampung Cekal Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (26/10/2019. 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Tim BPBD Bener Meriah, dibantu masyarakat  dan anggota TNI/Polri, Sabtu (26/10/2019) sekira pukul 09.00 Wib, melakukan pembersihan badan jalan yang ditutupi tanah longsor dan kayu, di Jalan akses dari Kampung Tunya menuju Kampung Cekal Baru, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Puluhan masyarakat bahu-membahu bersama tim BPBD Bener Meriah, dan TNI/Polri, melakukan pembersihan tanah longsor yang menutupi badan jalan.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bener Meriah, Abd Kadir ST MSi, mengatakan pihaknya mengerahkan satu unit ekskavator dan satu mobil pemadam kebakaran untuk menyiram badan jalan yang dipenuhi lumpur. 

Ia menambahkan, ada sekitar enam titik longsor, yang terjadi (kemarin red), tiga diantaranya lumanyan parah, dan tidak bisa dilalui oleh masyarakat, karena tumpukan kayu yang terbawa air sehingga menutupi badan jalan.

Setelah dilakukan pembersihan, hari ini sekira pukul 12.00 Wib masyarat dari Kampung Tunya menuju Kampung Cekal Baru atau sebaliknya sudah bisa melintasi jalan tersebut. 

Bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Jumat (25/10/2019) sekira pukul 14.00 Wib, sehingga jalan akses masyarakat dari Kampung Tunya ke Kampung Cekal Baru, putus total, ada sebagian warga harus menginap di rumah family.

“Kami sebagian warga yang bebelanja dan berobat ke pusat kecamatan, karena longsor (kemarin, red), kami tidak bisa lagi kembali ke rumah, karena badan jalan sudah dipenuhi lumpur dan kayu,” ujar Merandi warga Cekal Baru saat ditemui di lokasi lonsor, Sabtu (26/10/20190).

Hal tersebut dibenarkan oleh Reje Kampung Cekal Baru, Pak Minto, ada beberapa warga kami yang berobat, belanja dan berpergian keluar, tidak bisa lagi kembali ke kampung karena tadi malam kondisinya jalan masih dipenuhi lumpur dan kayu, hari ini sudah normal kembali seperti yang kita lihat ini.

Ia menambahkan, ada sekitar 438 Kepala Keluarga (KK) yang mendiami Kampung Cekal Baru, bencana longsor seperti ini sering terjadi di saat musim hujan.

“Di titik longsor ini, sudah beberapa kali terjadi, setiap tahunnya di musim hujan, pasti ada bencana longsor di daerah kami ini,” tutupnya.

Bencana tanah longsor, juga merusak dapur rumah atas nama Nurdin Abd (45) warga Kampung Pantan Kemuning di kecamatan yang sama.

Selain itu, bencana tanah longsor juga menimpa para petani di kawasan tersebut, ada beberapa kebun milik warga yang tergerus longsor.

“Beberapa kebun milik petani seperti, kebun kopi, cabai, pinang, coklat, durian yang tergerus longsor, dan ada satu petak sawah yang lagi ditanam bibit padi juga tertimbun longsor,” sebut Wahdi (45) warga Kampung Tunya.(*)

11 Lokasi di Aceh Timur Rawan Kecelakaan, Ini Solusi Penanganannya

Desa Situbuh-tubuh di Aceh Singkil Diresmikan Jadi Kampung Zakat

Seragam dan Peralatan Sekolah Terbakar, Belasan Pelajar Tetap Bersekolah

Distanbun Aceh Gelar Sosialisasi Kopi Organik Arabika Gayo

Tas Dirampas Dua Pria saat Pulang Shalat Subuh, Kini Jamaah Tersebut Dirawat di Rumah Sakit

Penulis: Budi Fatria
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved