Breaking News:

Jembatan Gantung Rusak, Akses Utama Enam Gampong Kecamatan Pidie

Sebuah jembatan gantung sepanjang 35 meter Tumpok Laweung-Dayah Tanoh yang dibangun sekitar 30 tahun lalu mulai rusak dimakan usia

Editor: bakri
SERAMBIMEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Anggota DPRK Pidie, Zulfadli SE (kiri) bersama warga Gampong Tumpok Laweung, Kecamatan Pidie melihat kondisi lantai jembatan gantung yang sangat rawan dilintasi, Senin (28/10/2019). Warga mendesak pemerintah setempat untuk membangun jembatan permanen untuk akses ribuan warga dari enam gampong. 

SIGLI - Sebuah jembatan gantung sepanjang 35 meter Tumpok Laweung-Dayah Tanoh yang dibangun sekitar 30 tahun lalu mulai rusak dimakan usia. Padahal, jembatan itu sebagai akses utama enam gampong di Kecamatan Pidie menuju ibu kota kabupaten

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) asal Kecamatan Pidie,  bersama masyarakat mendesak pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen di Tumpok Laweung-Dayah Tanoh.  Dikatakan, selama 30 tahun terakhir ini,  kondisi jembatan gantung yang digunakan sebagai akses ribuan  warga dari gampong Raya Sanggeu,  Pante Aree,  Tumpok Laweng,  Dayah Tanoh,  Dayah Tutong,  dan Ulee Tutue 

Dikatakan, kondisi lantai jembatan sudah lapuk, sehingga dapat membahayakan pelintas, terutama pengendara sepeda motor. Ditambahkan,  sepeda motor dan warga kerap menjadi sasaran terperosok ked alam lantai dan malahan ada warga terjatuh  ke dasar  Sungai Krueng Baro.

Anggota DPRK Pidie dari  Partai Nanggroe Aceh (PNA),  Zulfazli SE kepada Serambi,  Senin (28/10/) mengatakan, kondisi jembatan gantung sepanjang 35 meter sangat memprihatinkan dan patut menjadi perhatian semua pihak.

"Saya mendesak Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pidie untuk segera membangun jembatan permanen, agar akses ribuan warga dari enam gampong di Kecamaran Pidie lancar,” ujarnya. Menurut Politisi PNA itu,  jembatan gantung itu telah berulang kali dilakukan perbaikan secara swadaya, tetapi tidak optimal.

Dia mengatakan pemerintah harus mengalokasikan anggaran untuk membangun jembatan permanen, sebagai pengganti jembatan gantung tersebut.  Dia menjelaskan untuk akses jalan yang dilintasi hampir enam ribuan warga setiap hari melauli jembatan gantung itu sudah sangat tidak layak untuk dipertahankan karena kondisinya memprihatinkan.

Dia mengungkapkan jika masyarakat sakit atau membawa hasil pertanian haru memutar haluan hingga 2 km ke arah timur  pusat pasar Garot,  Kecamatan Indra Jaya. "Ini samgat miris dan perlu ditindaklanjuti dengan membangun jembatan  permanen, demi  menjamin keselamatan warga, dan saya berkomitmen mengawal agar pembangunan ini dapat terwujud,"ujarnya.

Sementara, Kepala Urusan (Kaur)  pembangunan Gampong Dayang Tutong,  Idrus Zakaria secara terpisah kepada Serambi,  Senin (28/10) mengatakan dampak dari kondisi jembatan gantung yang sangat memprihatinkan ini telah menyebabkan warga menjadi was-was saat melintas.

"Kami berharap pemerintah dapat turun tangan untuk melihat secara ril kondisi jembatan yang sangat memprihatikan ini agar dapat dibangun jembatan permanen  demi keselamatan warga," ujarnya.

Kepala Dinas PU Pidie,  Ir H Samsul Bahri Msi, secara terpisah mengatakan dalam waktu dekat ini akan  segera ke lokasi untuk mengkaji kondisi jembatan gantung itu yang sudah memprihatikan itu.

"Seiring dengan pembahasan KUA dan PPAS 2020, maka jika memang mendesak, akan dirioritaskan dalam Dana Alokasi Umum (DAU)  dan diusulkan dalam APBK 2020 mendatang," sebutnya.

Kendati demikian, pihaknya juga perlu melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  guna memprioritaskan yang mendesak.   "Kami tetap komit menyahuti keluhan warga, apalagi jembatan tersebut akses utama bagi ribuan warga dari enam gampong," katanya.(c43) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved