Berita Aceh Tamiang

Eks Kombatan GAM Minta Presiden Bantu Memulangkan Irwandi Yusuf

Sejumlah eks kombatan GAM bereaksi atas jeratan hukum yang dialami Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf. Mereka meminta Irwandi agar dibebaskan

Eks Kombatan GAM Minta Presiden Bantu Memulangkan Irwandi Yusuf
FOR SERAMBINEWS.COM
Abdul Mukti atau Siteeh, salah satu eks kombatan GAM berharap Presiden Jokowi turun tangan dalam kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Jokowi diharapkan mau membantu memulangkan Irwandi ke Aceh 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah eks kombatan GAM bereaksi atas jeratan hukum yang dialami Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf.

Irwandi dinilai mereka sebagai sosok pahlawan perdamaian Aceh dan proses hukum yang menjeratnya saat ini dianggap sebagai tragedi.

"Apa yang dialami Pak Irwandi hari ini merupakan sebuah tragedi. Tidak pantas pahlawan perdamaian Aceh diperlakukan seperti itu," kata Abdul Mukti, seorang eks pentolan GAM, Kamis (7/11/2019).

Irwandi Menggugat dari Balik Rutan KPK

Pria yang lebih tenar disapa Siteeh ini menganggap Irwandi Yusuf layak menyandang gelar pahlawan atas perannya mengakhiri konflik berkepanjangan di Aceh.

"Atas jasa beliau konflik berkepanjangan di Aceh berakhir dan juga ada peran beliau hingga hari ini Aceh masih dalam bingkai NKRI," lanjut Siteeh.

Siteeh melanjutkan sudah selayaknya ada perhatian khusus dari pemerintah terhadap pihak yang berjasa dalam memelihara keutuhan NKRI.

Berdasarkan kesepakatan sejumlah eks kombatan GAM, Presiden RI Joko Widodo diharapkan turun tangan dalam kasus ini.

Petani Cot Bada Bireuen Budidaya Sayuran Hidroponik, Dijual ke Supermarket dan Rumah Makan

"Kami sangat berharap Pak Jokowi turun tangan membantu memulangkan Pak Irwandi," sambungnya.

Sitee dan rekan-rekannya juga berharap Presiden Jokowi mengawasi sekaligus mengingatkan Mahkamah Agung untuk tetap netral dalam menangani kasus ini.

"Jangan sampai ada mafia hukum bermain di sini. Kami tidak kasus ini ditunggangi pihak-pihak yang ingin menjerumuskan Pak Irwandi," tukasnya.

Diketahui Pengadilan Tinggi Jakarta menjatuhkan vonis delapan tahun penjara dan hak politiknya dicabut selama tiga tahun.

Putusan ini dinilai tidak adil karena tidak didukung bukti yang cukup. (*)

Kasus 53 Kg Sabu, Satu Terdakwa Dihukum Mati, Tiga Lainnya Seumur Hidup, Ini Tanggapan Kuasa Hukum

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved