Wanita Inspiratif

Ruwaida, Bangga Menjadi Relawan Karena Bisa Membantu Masyarakat

Di UTD RSUD Bireuen, terdapat sejumlah relawan yang setiap hari mencari pendonor darah, satu di antaranya bernama Ruwaida.

Ruwaida, Bangga Menjadi Relawan Karena Bisa Membantu Masyarakat
Hand-over dokumen pribadi
Ruwaida, relawan UTD RSUD Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM - Relawan dalam pengertian umum adalah orang-orang yang melakukan sesuatu pekerjaan dengan sukarela (tidak karena diwajibkan atau dipaksakan), membantu secara sukarela dalam tugas tertentu dan bergabung dengan kelompok tertentu, relawan  membantu masyarakat menurut bidang yang dilakoninya.

Di Unit Tranfusi Darah (UTD) RSUD Bireuen terdapat sejumlah relawan yang setiap hari bergerak ke berbagai desa atau kantor untuk melakukan donor darah, salah satu di antaranya bernama Ruwaida.

Ruwaida gadis kelahiran 5 Januari 1990 lalu sejak 2012 sudah bersama UTD RSUD Bireuen, ia bersama rekan lainnya melakukan sosialisasi, mendatangi dan melakukan aktivitas donor darah bersama timnya yang saat ini dikepalai Wardani SKM.

Suatu rasa senang dan bangga ketika kami bisa membantu orang sakit, masyarakat melalui aktivitas donor darah, membantu pasien yang membutuhkan darah,” ujarnya kepada Serambinews.com, Sabtu (9/11/2019) yang beralamat di Cot Ijue Peusangan dan sedang berlibur bersama keluarga.

Ruwaida anak ke empat dari lima bersaudara pasangan Syamaun dan Tihawa lulusan S1 Keperawatan Muhammadiyah Lhokseumawe tahun 2016 mengatakan, aktivitas kunjungan ke desa-desa atau tempat kegiatan donor darah hampir setiap hari dilakoni berssama timnya, menjadikan dirinya semakin mengerti tentang tugas membantu orang sakit.

“Darah yang kami dapatkan disimpan di UTD, kemudian diserahkan kepada orang yang
membutuhkan,” ujarnya.

Suatu hal yang menurutnya perlu dilakukan sosialisasi terus menerus kepada masyarakat yaitu tentang manfaat donor darah untuk kesehatan orang pendonor dan membantu pasien yang membutuhkan.

“Walaupun sudah hampir setiap hari kami turun ke desa atau donor di kantor camat, Puskesmas atau tempat-tempat lainnya sebagaimana permintaan, masih banyak masyarakat yang belum mengerti betul tentang manfaat donor darah bagi pendonor sendiri,” ujarnya.

Padahal, manfaat terbesar bagi pendonor adalah bagi kesehatan tubuhnya lebih besar, kemudian baru manfaat bagi penerima bantuan darah, ujarnya.(*)

Mudahkan Anak Aceh Belajar ke Timur Tengah, Pergub 28/2019 Sebaiknya Direvisi

Untuk Calon Pelamar CPNS, Ini Jasa Online di Subulussalam yang Siap Membantu Kebutuhan Anda

Persiraja Bungkam Mitra Kukar 2-0

Pusat Tolak Usulan Pemerintah Aceh Bentuk Lembaga Administrator KEK Arun Lhokseumawe

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved