Kamis, 28 Mei 2026

Luar Negeri

Kelompok Abu Sayyaf Kembali Sandera 3 Nelayan Indonesia, Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Kelompok yang diduga sebagai Abu Sayyaf meminta tebusan hingga Rp 8 miliar setelah 3 nelayan Indonesia disandera.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Screengrab from The Star
Ketiga nelayan Indonesia ketika dihadapkan dalam rekaman video yang dirilis Abu Sayyaf pekan lalu. Ketiganya ditangkap September lalu, di mana Abu Sayyaf meminta tebusan Rp 8 miliar. (Screengrab from The Star) 

SERAMBINEWS.COM, KOTA KINABALU - Kelompok yang diduga sebagai Abu Sayyaf meminta tebusan hingga Rp 8 miliar setelah 3 nelayan Indonesia disandera.

Permintaan tersebut disampaikan oleh salah satu korban melalui rekaman video yang dirilis ke Facebook pada Sabtu pekan lalu.

Tiga nelayan Indonesia itu diidentifikasi bernama Maharudin Lunani (48), anaknya Muhammad Farhan (27), dan kru kapal Samiun Maneu (27).

Dilansir The Star Kamis (21/11/2019), mereka diculik oleh sekelompok orang bersenjata dari kapal pukat ikan Sandakan yang terdaftar di perairan Tambisan.

Dalam video berdurasi 43 detik yang dirilis pekan lalu, Samiun menyebut diri mereka sebagai nelayan Indonesia dan bekerja di Malaysia.

"Kami ditangkap oleh Kelompok Abu Sayyaf pada 24 September 2019," ujar Samiun dalam bahasa Indonesia.

Mereka meminta perusahaan maupun pemerintah membebaskan mereka.

"Kami meminta kepada Presiden Indonesia untuk membebaskan kami".

"Mereka (Abu Sayyaf) meminta tebusan 30 juta peso (Rp 8 miliar)," ucap Samiun.

Dilaporkan juga bahwa keluarga dari salah satu korban mengakui jyga mendapat permintaan tebusan sebelum video tersebut dirilis.

Komisioner Polisi Sabah, Datuk Omar Mammah mengatakan berdasarkan keterangan otoritas Filipina, kelompok itu juga membuat permintaan serupa beberapa hari setelah menangkap.

Namun, Omar enggan menyebutkan berapa jumlah tebusan yang diminta kepada nelayan Indonesia. Sebab, mereka tidak mengungkap jumlahnya.

Sebelumnya, seorang nelayan Indonesia yang disandera kelompok ekstremis Abu Sayyaf di Filipinia tewas tenggelam saat akan diselamatkan.

Militer Filipina mengatakan, dua orang sandera lainnya bisa diselamatkan.

Militer Filipina, Sabtu (6/4/2019) mengatakan, mereka disandera di sebuah pulau terpencil selama enam pekan setelah pulau itu dikepung militer.

Para nelayan Indonesia itu diculik saat tengah melaut pada Desember tahun lalu.

"Para anggota Abu Sayyaf yang menyandera para nelayan itu melarikan diri ke Pulau Simusa di wilayah selatan Filipina pada Jumat lalu," kata juru bicara militer Letnan Kolonel Gerry Besana.

Kelompok Abu Sayyaf itu kabur sambil membawa para sanderanya.

Saat itulah, seorang nelayan bernama Heri Ardiansyah bisa diselamatkan saat para anggota Abu Sayyaf hendak kabur.

Sayangnya, seorang nelayan bernama Hariadin tenggelam dan meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Satu sandera lain yaitu warga Malaysia bernama Jari Abdullah diselamatkan militer Filipina sehari sebelumnya.

Jari mengalami luka tembak dan saat ini sudah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit militer.

"Pulau itu sudah kami blokade selama 41 hari. Para penculik itu mungkin berpikir bisa lolos dari pengawasan kami dengan cara berenang," kata Besana.

Dalam operasi tersebut, lanjut Besana, setidaknya tujuh orang anggota Abu Sayyaf tewas.

Militer Filipina mendapatkan informasi soal lokasi para sandera itu pada akhir Februari.

Saat akan memblokade pulau, militer meminta warga yang jumlahnya sedikit untuk pindah.

Abu Sayyaf adalah kelompok militan yang berbasis di wilayah selatan Filipina yang kerap terlibat pengeboman dan penculikan untuk mendapatkan uang tebusan sejak 1990-an.

Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok ini juga mengincar kapal kargo, kapal tunda, hingga kapal nelayan di perairan yang kurang ketat pengawasannya di perbatsan Malaysia dan Indonesia.

"Saat ini warga Belanda Ewald Horn yang diculik 2012, seorang pelaut Vietnam, dan empat Filipina masih disandera Abu Sayyaf," ujar Besana.

 

Oknum Karyawan Pabrik Kelapa Sawit Ini Ditangkap Polisi, Ini Penyebabnya

Abdullah Puteh Harap Pemerintah Aceh Transparan soal Anggaran, Rakyat Berhak Kritisi Jika tak Tepat

Nyaris Seratus Berkas Pelamar CPNS di Lhokseumawe Dinyatakan tak Memenuhi Syarat, Ini Penyebabnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar"

Penulis : Ardi Priyatno Utomo

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved