Breaking News:

Berita Malaysia

Imigrasi Malaysia Tangkap 680 Warga China, Dituduh Terlibat Sindikat Penipuan Online

Penyergapan yang dilakukan pada hari Rabu di Cyberjaya adalah hasil akhir dari pengawasan selama satu bulan oleh departemen.

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
Malaysia Immigration News Update
Departemen Imigrasi Malaysia, Kamis (21/11/2019) memperlihatkan 680 warga negara China yang ditangkap dalam sebuah operasi di Cyberjaya, Selangor, Malaysia, Rabu (20/11/2019). Mereka ditahan atas tuduhan terlibat kasus penipuan online. 

SERAMBINEWS.COM - Departemen Imigrasi Malaysia menangkap dan menahan 680 warga negara China, kata Direktur Jenderal Departemen Imigrasi Malaysia, Datuk Khairul Dzaimee Daud, Kamis (21/11/2019).

Dikutip Serambinews.com dari akun Facebook Malaysia Immigration News Update, ratusan warga negara China itu ditangkap oleh petugas imigrasi dari sebuah gedung di Cyberjaya, Selangor, Rabu (20/11/2019).

Mereka dicurigai melakukan operasi penipuan online ekstensif yang menipu orang-orang di tanah air mereka (Tiongkok).

Mereka ditahan setelah operasi tunggal terbesar oleh Departemen Imigrasi.

Penyergapan yang dilakukan pada hari Rabu di Cyberjaya adalah hasil akhir dari pengawasan selama satu bulan oleh departemen, yang bertindak atas pengaduan yang dibuat oleh publik.

Datuk Khairul Dzaimee Daud mengatakan polisi dan departemen akan bekerja sama untuk menangkap 100 tersangka lain yang berhasil melarikan diri.

Tokoh Gerakan #BeliProdukMuslim Malaysia Sambut Postif Dukungan dari Peniaga Kedai Runcit Aceh

Pengusaha dan Peruncit Aceh di Malaysia Dukung Penuh Program Utamakan Produk Halal

Dalam video yang dipublish di akun Youtube The Star Online terlihat banyak orang melarikan diri sebuah gedung.

Sementara gambar lain memperlihatkan ratusan orang yang ditangkap dan ditahan dalam sebuah ruangan yang

“Dalam operasi ini seramai 680 orang warga China yang terdiri daripada 603 orang lelaki dan 77 wanita berusia di antara 19 dan 35 tahun, telah ditahan di setiap tingkat banguan berkenaan,” kata Datuk Khairul Dzaimee Daud.

Datuk Khairul mengatakan, aktivitas penipuan online ini ditengarai telah berjalan selama lebih kurang enam bulan.

Ia menyebutkan penyergapan tersebut dilakukan oleh 150 orang petugas Imigrasi Malaysia.

Dari lokasi, petugas menyita sebanyak 8.230 ponsel, 174 laptop, dan 787 komputer.

“Mereka menjalankan penipuan investasi online, termasuk perdagangan valuta asing,” kata Khairul, seperti dikutip New Straits Times.

Dalam penipuan itu, lanjut Khairul, mereka menjanjikan pengembalian investasi dengan cepat namun berbunga tinggi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved