Palestina

Malaysia Menentang Amerika Serikat Atas Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Palestina

Malaysia menentang perubahan posisi AS (di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki sungai Yordan).

Malaysia Menentang Amerika Serikat Atas Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat Palestina
Lim Huey Teng/malaysiakini.com
Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah. 

SERAMBINEWS.COM, MOSCOW - Malaysia menyatakan tidak bisa menerima keputusan Amerika Serikat terkait permukiman ilegal Israel di Tepi Barat sungai Jordan, kata Menteri Luar Negeri negara itu Saifuddin Abdullah.

Pernyataan itu disampaikan Saifuddin Abdullah pada konferensi pers di Moskow, Rusia, Kamis (21/11/2019).

Setelah pertemuan dengan timpalannya dari Rusia Sergey Lavrov, Abdullah mengatakan solusi politik adalah cara terbaik untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina.

"Malaysia menentang perubahan posisi AS (di permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki sungai Yordan).

Kami percaya bahwa solusi politik adalah cara terbaik ke depan yang akan memungkinkan penyelesaian hubungan antara Palestina dan Israel dan pencapaian perdamaian abadi," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menlu Rusia, Sergey Lavrov mengkonfirmasi kembali posisi Rusia tentang masalah ini.

Ia menyatakan sikap AS bertentangan dengan semua keputusan internasional yang ada dan dapat membawa penyelesaian Israel-Palestina ke jalan buntu.

"Kami akan menganjurkan kembalinya ke penghormatan penuh dan tanpa syarat untuk semua keputusan yang telah diambil sejauh ini tentang masalah ini," katanya.

Amerika Serikat pada hari Senin (18/11/2019), berbalik arah mengenai posisinya mengenai permukiman Israel yang dibangun di Tepi Barat yang diduduki.

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo mengatakan bahwa Washington tidak akan lagi menganggap para pemukim Israel ini ilegal.

Halaman
123
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved