Palestina

52 Tahun Israel Merebut Tanah Palestina, Semakin Ramai di Tepi Barat, Menarik Diri dari Gaza

Kehadiran 262 permukiman Yahudi yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur menjadi hambatan utama terhadap pembentukan negara Palestina berdaulat

52 Tahun Israel Merebut Tanah Palestina, Semakin Ramai di Tepi Barat, Menarik Diri dari Gaza
ANADOLU AGENCY/ISSAM RIMAWI
Pasukan Israel melakukan intervensi di Palestina dengan peluru karet selama protes setelah pasukan Israel melakukan penggerebekan di rumah-rumah dan toko-toko di Ramallah, Tepi Barat pada 7 Januari 2019. 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Israel terus membangun permukiman Yahudi di wilayah Palestina, yang telah didudukinya sejak 1967.

Kehadiran 262 permukiman Yahudi yang dibangun di Tepi Barat dan Yerusalem Timur menjadi hambatan utama terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat.

Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mike Pompeo pada hari Senin (18/11/2019), mengatakan Washington tidak akan lagi menganggap para pemukim Israel ini ilegal.

Pernyataan Pompeo ini merupakan sikap mundur dari beberapa dekade kebijakan AS di wilayah Palestina.

Sebut Pemukiman Israel di West Bank Tidak Langgar Hukum Internasional, AS Buat Warga Palestina Marah

Menanggapi langkah kontroversial itu, para diplomat Eropa pada hari Rabu (20/11/2019) menyatakan kembali posisi lama bahwa pembangunan pemukiman Israel di tanah Palestina adalah "ilegal".

Dengan keputusan terakhir ini, AS telah menjadi negara pertama yang menerima pemukiman Yahudi yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki.

Ini akan mendorong Israel untuk mencaplok permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Langkah A.S. juga melanggar resolusi PBB tentang Palestina.

Pada bulan Desember 2016, Dewan Keamanan PBB (DK PBB) dengan Resolusi 2334, menuntut agar Israel segera menghentikan semua kegiatan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki.

Usai Serang Jalur Gaza, Kini Israel Gempur Hamas

52 Tahun Pendudukan

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved