Petir Sambar Subulussalam

Menanam Korban Sambaran Petir di Lumpur, Begini Keyakinan Masyarakat di Subulussalam

Menanam atau mengubur tubuh korban sambaran petir dalam tanah berlumpur merupakan kebiasaan turun temurun di masyarakat Kota Subulussalam.

Menanam Korban Sambaran Petir di Lumpur, Begini Keyakinan Masyarakat di Subulussalam
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Didik Waliyo (22) Warga Dusun Jambu, Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam terpaksa ditanam dalam kubangan lumpur setelah kritis disambar petir pada Rabu (21/1/2015) sore tadi. 

Menanam Korban Petir di Lumpur untuk Mencabut Bisa, Begini Keyakinan Masyarakat di Subulussalam

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Sebanyak empat warga di Desa Danau Tras, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam menjadi korban sambaran petir yang terjadi, Jumat (22/11/2019) sore.

Selain melukai warga, satu unit rumah di desa tersebut musnah terbakar setelah diambar petir yang terjadi di tengah hujan deras tersebut.

Pantauan Serambinews.com, satu unit rumah yang terbakar adalah milik Muhammad Sabdaruddin (40) alias Rois.

Rumah berukuran sekitar 5x5 meter ini rata dengan tanah setelah disambar petir. Tidak ada harta benda apapun yang dapat diselamatkan kecuali pakaian di badan korban.

Pemilik rumah pun selamat setelah dievakuasi tetangganya beberapa saat sebelum peristiwa tersebut.

”Cuma baju di badan lah yang bisa diselamatkan selain itu habis. Lantai rumah saja terkelupas dihantam petir,” ujar Muhammad Sabaruddin alias Rois kepada Serambinews.com.

Isharmoko (25) adalah tetangga Muhammad Sabaruddin alias Rois (40) pemilik rumah yang terbakar akibat disambar petir.

Saat kejadian, Ishar mengaku menyaksikan petir yang tiba-tiba menghantam tiga rumah hingga membakar salah satunya.”Saya melihat langsung, ngeri kali, tangan saya pun kena juga, istri saya lebih parah,” ujar Ishar.

Halaman
1234
Penulis: Khalidin
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved