Kamis, 9 April 2026

MIICEMA ke-20, Pemerintah Aceh Jaring Masukan Perkuat Ekonomi Syariah

Ini sebagai pondasi bagi keuangan Aceh. Pondasi ini perlu masukan untuk perkembangan ekonomi syariah di Aceh

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
serambinews.com
Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Ekonomi, Dr Mahyuzar MSi, memberi sambutan saat membuka MIICEMA ke 20 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, (20-21/11/2019) 

MIICEMA ke-20, Pemerintah Aceh Jaring Masukan Perkuat Ekonomi Syariah

Laporan Yocerizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH –Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh beberapa waktu lalu menggelar Malaysia Indonesia International Conference on Economics, Management and Accounting (MIICEMA) ke-20 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh.

Acara diselenggarakan pada 20-21 November 2019 itu mengangkat tema Peluang dan Tantangan Industri 4.0 di Bidang Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi. 

Acara dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Aceh bidang Ekonomi, Dr Mahyuzar MSi. Dalam sambutannya ia berharap konferensi ini bisa menghasilkan poin-poin yang bisa  direkomendasikan untuk menumbuhkembangkan ekonomi di Aceh yang berlandaskan syariat Islam.

Mahyuzar mengatakan, di tahun 2018 pemerintah Aceh telah mengeluarkan Qanun Nomor 11 tentang Lembaga Keuangan Syariah. Tentunya, lanjut dia, dibutuhkan masukan untuk pengembangan ekonomi syariah di Aceh.

"Ini sebagai pondasi bagi keuangan Aceh. Pondasi ini perlu masukan untuk perkembangan ekonomi syariah di Aceh. Pemerintah Aceh telah mewajibkan semua bank untuk mengikuti qanun tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Konferensi MIICEMA ke-20, Wahyudin Albra mengatakan, acara ini diikuti oleh para dekan fakultas ekonomi dari 28 universitas di Indonesia dan Malaysia. Konferensi ini diselenggarakan secara bergilir dan tahun ini FEB Unimal ditunjuk sebagai tuan rumah.

Kesaksian Warga Lihat Petir Subulussalam Bagai Bola Api, Hantam Rumah Lalu Pecah seperti Kembang Api

Anak Sekolah di Luar Negeri, Banyak Pejabat Kasih Hasanah Card

Mahasiswa Aceh Pimpin Majelis Khatam Alquran ke-43 Negeri Selangor Malaysia

Dalam konferensi MIICEMA ke-20, turut dihadirkan dua keynote speaker dan juga pendiri MIICEMA yakni, Prof Dr Fauzias Mat Nur dan Prof Dr Zulkifli Husen.

Wahyudin mengatakan, selain sebagai ajang silaturahmi antar pendidik dari berbagai universitas di Indonesia dan Malaysia, MIICEMA juga bertujuan sebagai ajang tukar pikiran untuk saling memajukan antar universitas khususnya fakultas ekonomi.

Tidak hanya konferensi, Wahyudin menjelaskan, MIICEMA juga rutin menggelar penelitian kolaborasi, pertukaran pelajar dan juga kuliah umum dengan menghadirkan para pembicara dari anggota MIICEMA sendiri.

Sementara itu Pembantu Dekan 1 FEB Malikussaleh Anwar Puteh, mengatakan, konferensi MIICEMA juga diharapkan dapat memberikan solusi bagi Indonesia yang akan mengalami penambahan secara demografi setiap tahunnya.

Menurut Anwar berdasarkan data BPS, di tahun 2024 jumlah populasi di Indonesia diperkirakan mencapai 282 juta jiwa. Sedangkan di tahun 2045 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan bertambah hingga 317 juta jiwa.

"Bicara usia produktif tentu mereka punya harapan dan masa depan. Meningkatnya angka pengangguran tentu ini tantangan bagi kita di era revolusi industri 4.0," ujar Anwar.

"Untuk itu saya berharap dengan kehadiran para peserta dengan segenap referensi yang dimiliki tentu akan mewariskan pengetahuan bagi generasi kita di masa depan," ujarnya.(*)

PSSI Laporkan Insiden Kekerasan Terhadap Pendukung Indonesia, Begini Respon Menpora Malaysia

Pelamar CPNS Aceh Tamiang Kecewa, Prioritas Putra Daerah Dibatalkan, Begini Reaksi Calon Peserta

Ahok Resmi Jabat Komisaris Utama Pertamina, Begini Mekanisme Penunjukan BTP

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved