Breaking News:

Rumah Duafa

Batalkan Pembangunan Rumah Duafa, Pemerintah Aceh Dituding tak Peka Penderitaan Rakyat Miskin

Alasan penundaan itu, jelasnya, karena tidak lagi cukup waktu bagi rekanan untuk mengerjakan 1.100 rumah duafa yang tersebar di seluruh Aceh.

SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL
Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal kepada Serambinews.com, Sabtu (23/11/2019) mengatakan sebenarnya tak ada alasan fundamental dikeluarkan Plt Gubernur soal kebijakan pembatalan pembangunan 1.100 rumah duafa itu.

Malah pihak Baitul Mal sendiri, katanya, sudah sangat siap untuk melaksanakan kegiatan pembangunan rumah duafa ini.

Semua tahapan dan proses pelaksanaan sudah dilakukan. Tinggal penetapan rekanan pelaksana oleh ULP Pemerintah Aceh.

Koalisi NGO HAM Aceh Dorong Penyelesaian Kasus Tgk Munirwan dengan Qanun Aceh

Pembangunan 1.100 Rumah Duafa Batal Tahun Ini, Begini Penjelasan Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh

Sekda Aceh Kunjungi Usaha Penggemukan Sapi dan Ikan Lele BUNDes di Aceh Besar

Baitul Mal sudah mengirim semua berkas perusahaan calon pelaksana kegiatan ke ULP, namun tiba-tiba ada kebijakan pembatalan.

“Kami menilai suatu kejanggalan terhadap keputusan ini. Ada apa sebenarnya di balik kebijakan pembatalan rumah dhuafa Baitul Mal ini?” kata Syakya.

Apa pun alasan pembenaran Pemerintah Aceh terhadap pembatalan tersebut, lanjutnya, jelas tidak dapat diterima oleh logika publik.

“Bayangkan di saat musim hujan seperti sekarang ini, saudara-saudara kita calon penerima rumah bantuan tersebut harus berjibaku dengan air hujan untuk sekedar beristirahat karena rumahnya bocor. Belum lagi jika banjir datang,” ujarnya.

Seandainya tidak dibatalkan, menurut Syakya, penderitaan calon penerima manfaat tentu akan lebih cepat berakhir.

“Tapi jika tetap dibatalkan, maka kami berkesimpulan Pemerintah Aceh memang tidak sayang pada rakyat miskin,” tegas Syakya.

Sementara Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Rahmad Raden yang dikonfirmasi Serambinews.com, Sabtu (23/11/2019) menjelaskan pembangunan 1.100 rumah duafa bukan dibatalkan melainkan ditunda pembangunannya pada tahun 2020.

Alasan penundaan itu, jelasnya, karena tidak lagi cukup waktu bagi rekanan untuk mengerjakan 1.100 rumah duafa yang tersebar di seluruh Aceh.

Dasar itulah Plt Gubernur Aceh menunda pembangunan rumah duafa bantuan Baitul Mal Aceh tahun 2019.

“Pembangunan rumah ini ditunda karena secara perhitungan waktu sudah tidak cukup lagi untuk dilanjutkan pengerjaan pembangunan ini. Pembangunan dilanjutkan pada 2020,” kata Rahmat.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved