Jurnalisme Warga
Menelurusi Jejak Kerajaan Raja Bukit di Toweren
Saya berangkat ke Takengon dalam rangka menghadiri Gayo Writers Camp (GWC) yang berlangsung dua hari satu malam, 22-23 November 2019
Rumah ini pernah dikunjungi oleh mahasiswa Universitas Indonesia bersama profesor mereka, ratusan mahasiswa ini mengatakan bahwa Istana raja ini masih seperti sedia kala, sama seperti buku referensi mereka yang mereka dapatkan dari Perpustakaan Leiden di Belanda. Ternyata rumah ini sudah pernah diteliti dan didokumentasi Belanda saat menjajah Indonesia ratusan tahun lalu. Tapi di foto buku kolonial itu terdapat bagunan satu lagi di belakang rumah yang dimanfaatkan sebagai dapur, yang sudah dirobohkan dan tanah tempat bangunan dapur ini sudah tak ada lagi, hanya tinggal tiang-tiangnya saja di simpan di bawah rumah panggung ini. Di buku itu ada sebuah lukisan ditemukan Reje Baluntara juga memakai kopiah Aceh yang seperti dipakai oleh Teuku Umar.
Peninggalan rumah adat Gayo asli ini menjadi tempat wisata sejarah sampai sekarang, rumah Reje Baluntara ini menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pengiat wisata purbakala yang ingin melihat bagaimana rumah adat Gayo yang masih asli.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/riazul-iqbal-koordinator-forum-lingkar-pena-aceh-dan-anggota-forum-ace.jpg)