Hari AIDS Sedunia, Kenali lebih Dekat Fakta dan Mitos tentang Penyakit HIV/AIDS
Hari AIDS Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 1988, dan menjadi hari kesehatan global pertama yang pernah ada.
2. HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seksual
Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan berganti-ganti pasangan akan meningkatkan risiko seseorang tertular HIV/AIDS.
Hal ini disebabkan karena adanya pertukaran cairan vagina dan sperma saat berhubungan seksual.
3. HIV/AIDS dapat menular melalui air susu ibu (ASI)
Seorang ibu dengan HIV/AIDS dapat menularkan penyakitnya tersebut kepada anaknya melalui ASI.
Menurut Bethsaida Hospitals, pengaruh ASI dalam menularkan HIV/AIDS bagi anak berada pada kemungkinan sebesar 25 hingga 30 persen.
Ilustrasi Hari AIDS Sedunia (pixabay.com)
• Janda Muda Tewas Usai Disetubuhi Siswa SMA, Pelaku Bunuh Korban Karena Kesal Diminta Tanggung Jawab
• Murka saat Tahu Atlet Senam SEA Games Dipulangkan, Hotman sentil Menteri: Pejabat Negeri ini Suci?
• 10 Manfaat Sarapan dengan Ubi Jalar, Bisa Turunkan Berat Badan hingga Mencegah Kolesterol
• Penderita HIV/AIDS Bertambah, Didominasi Seks Antar-lelaki, PSK, Waria Hingga Pengguna Narkoba
Mitos:
1. HIV/AIDS tidak dapat menular melalui udara
Banyak mitos beredar di masyarakat mengenai penularan penyakit HIV/AIDS, termasuk melalui udara.
Hal ini tentu tidak benar karena virus HIV/AIDS mudah mati di udara bebas.
Meskipun Anda berada di lingkungan dan menghirup udara yang sama dengan ODHA (orang dengan HIV/AIDS), Anda tidak akan tertular penyakit ini.
2. HIV/AIDS tidak dapat menular melalui keringat
Walaupun keringan termasuk cairan tubuh selain cairan vagina dan sperma, namun tersentuh keringat ODHA tidak akan membuat Anda tertular penyakitnya.
Lagi-lagi alasannya adalah karena virus ini mudah mati juga tersentuh udara bebas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-aids.jpg)