Invest in Aceh
RI dan India sepakat Bangun Konektivitas Aceh–Andaman
Pemerintah Indonesia dan India telah menyepakati Plan of Action pengembangan konektivitas Aceh–Kepulauan Andaman dan Nicobar.
Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Indonesia dan India telah menyepakati Plan of Action pengembangan konektivitas Aceh–Kepulauan Andaman dan Nicobar dalam Pertemuan Pertama Joint Task Force (JTF) yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 7 Desember 2019.
Rencana aksi yang disepakati terdiri dari enam area kerja sama, yaitu perdagangan dan investasi, pembangunan infrastruktur di Sabang, pengembangan konektivitas, kelautan dan perikanan, pariwisata dan pertukaran budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain kesepakatan tersebut, pertemuan berhasil mengidentifikasi sejumlah proyek konkret, antara lain pengembangan dan pengelolaan Pelabuhan di Sabang.
Sebagai langkah awal, perusahaan India yang bergerak di bidang infrastruktur dan manajemen transportasi, RITES Ltd, telah melakukan pre-feasibility study.
• DPMPTSP Aceh Hadirkan Pelayanan Perizinan di MPP Banda Aceh
Selain itu, kedua negara sepakat meningkatkan upaya-upaya penguatan people-to-people contact antara kedua wilayah, antara lain mendorong finalisasi kerjasama Sister Province antara Aceh dan Kepulauan Andaman dan Nicobar.
“Pemerintah Provinsi Aceh menegaskan komitmennya mendukung upaya tindak lanjut pengembangan Aceh – Kepulauan Andaman dan Nicobar”, ungkap Plt. Gubernur Aceh saat bertemu dengan delegasi JTF.
JTF yang dipimpin bersama oleh Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI dan Joint Secretary South, Kemlu India, serta terdiri dari kementerian dan lembaga, Pemerintah Aceh, dan pelaku bisnis kedua negara, dibentuk sebagai tindak lanjut kesepakatan Presiden RI dan Perdana Menteri India di tahun 2018 untuk mengembangkan konektivitas dua wilayah terdekat kedua negara ini.
JTF juga mengemban mandat untuk memfasilitasi dan mengevaluasi pelaksanaan kerjasama tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, saat menerima kunjungan kehormatan delegasi India bersama pemerintah Aceh dan Kementerian Luar Negeri RI di aula rumah dinas Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Sabtu, (6/12/2019).
• OJK Bentuk Satgas Investasi Bodong
Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam pertemuannya bersama para anggota Tim JFT Indonesia-India di Pendopo Wakil Gubernur Aceh mengatakan, Aceh dan Andaman – Nicobar India memiliki kesamaan yaitu sebagai kawasan strategis yang terletak di sepanjang salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia (Selat Malaka).
Dengan demikian, membuat Aceh dan Andaman Nicobar memiliki kemiripan karakteristik maritim, yaitu dengan mengandalkan sektor pariwisata, perikanan, dan kemampuan pengiriman melalui jalur laut.
Ia menyebutkan, melalui pertemuan ini akan menghasilkan rencana positif berkaitan tindak lanjut kemitraan yang dijalin antara Pemerintah Indonesia di Aceh dan Andaman dan Nicobar India dalam beberapa bidang kerja sama.
“Saya yakin, melalui pertemuan ini akan sangat berkontribusi pada pengembangan wilayah Aceh kedepannya,” kata Nova.
• Berhias Sambil Berinvestasi dengan Emas
Untuk mendukung hal itu, saat ini, Pemerintah Aceh sudah mengambil pembenahan seperti mengembangkan Pelabuhan Bebas Sabang dan Zona Perdagangan Bebas, membangun infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antara transportasi darat dan udara, dan logistik.
Hal itu dilakukan sebagai terobosan untuk menarik investor datang ke Aceh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rapatjtf.jpg)