Breaking News:

Berita Banda Aceh

Forum PRB Aceh Apresiasi Rencana Pemkab Aceh Besar Bangun Pos SAR di Objek Wisata Pantai

Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh mengapresiasi rencana Pemkab Aceh Besar membuka Pos SAR di objek wisata pantai untuk memberikan...

ist
Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin 

Forum PRB Aceh Apresiasi Rencana Pemkab Aceh Besar Bangun Pos SAR di Objek Wisata Pantai

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Forum Pengurangan Risiko Bencana (Forum PRB) Aceh mengapresiasi rencana Pemkab Aceh Besar membuka Pos SAR di objek wisata pantai untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengunjung lokasi wisata.

Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin kepada Serambinews.com mengatakan, membangun Pos SAR atau Pos Pantau di lokasi wisata menjadi keharusan untuk mendukung pembangunan sektor kepariwisataan.

“Jika pemerintah komit untuk membangun dan meningkatkan kunjungan ke objek-objek wisata, dukungan sarana, prasarana, dan rasa aman menjadi prasyarat yang harus dipenuhi,” kata Nasir mengutip informasi dari Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali yang akan membuka Pos SAR di objek wisata Pantai Lhoknga dan sekitarnya.

Menurut Nasir, rencana Pemkab Aceh Besar harus didukung oleh masyarakat dan pelaku wisata, termasuk dunia usaha apalagi selama ini Pantai Lhoknga sering merenggut korban dari kalangan masyarakat yang mandi-mandi di laut tersebut.

Sah, Salmaza Pimpin Partai Demokrat Kota Subulussalam

Kadisdikbud Aceh Tamiang Zulkarnain Putra Minta Guru 3T tak Minder dan Harus Tingkatkan Kompetensi

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah: Sertifikasi Halal Penting untuk Mendukung Program Wisata Halal

“Saya pikir Pemerintah Provinsi melalui Dinas Pariwisata-nya juga perlu mendorong dan memfasilitasi langkah yang akan dilakukan Pemkab Aceh Besar. Ini penting agar terbentuk satu unit yang permanen dan bisa bekerja secara kontinyu sesuai tanggung jawab tugas yang diberikan,” ujar Nasir.

Nasir menyarankan, unit yang akan dibentuk nantinya adalah Satgas SAR Gabungan yang siaga pada pos pantau di objek wisata pantai.

Tim gabungan itu dilatih kemampuan SAR (search and rescue) atau minimal mampu memberikan pertolongan pertama jika ada korban tenggelam atau keadaan darurat lainnya terhadap masyarakat di objek wisata.

“Di pos pantau itu selain siaga personel terlatih juga fasilitas penyelamatan yang memadai. Jika terjadi kondisi darurat yang membutuhkan dukungan lebih besar, tim juga memiliki akses untuk melakukan emergency call ke pihak kepolisian, kesehatan, ambulans, Basarnas, dan lainnya,” ujar Ketua Forum PRB Aceh ini.

Pernikahan Cut Tari & Richard Kevin Digelar Tertutup, Rumahnya Dijaga Ketat oleh Petugas

Personel yang akan ditempatkan di pos pantau objek wisata pantai disarankan oleh Ketua Forum PRB Aceh direkrut dari pemuda setempat yang dilatih kemampuan SAR oleh pihak Basarnas.

“Pada tahap-tahap awal silakan saja tim dari Basarnas melakukan pendampingan sebelum akhirnya tim tersebut benar-benar bisa dilepas secara mandiri. Mereka adalah potensi SAR yang harus diberdayakan,” kata Nasir.

Program ini, lanjut Nasir harus total, tidak boleh setengah hati. Karenanya dibutuhkan perencanaan yang matang termasuk untuk pengadaan berbagai fasilitas, pelatihan, dan tentu saja pengalokasian honor untuk petugas.

“Keterlibatan dunia usaha tentu sangat diperlukan apalagi ini bagian dari pengurangan risiko yang menjadi tanggung jawab bersama dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat,” demikian Ketua Forum PRB Aceh, Nasir Nurdin.(*)

Senpi AK-56 Bersama 12 Amunisi dan Magasin Dipotong di Kejari Aceh Utara, Ini Sumber Senjatanya

Luas Tanam Padi Rendengan Bireuen Capai 6 Ribu Hektar Lebih, Ini Targetnya

Polresta Banda Aceh Tangkap Pasangan Suami Istri (Pasutri) Sedang Pesta Sabu, Ini BB yang Disita

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved