Breaking News:

Harga Gabah

Panen Dimulai, Harga Gabah di Abdya Capai Rp 5.300 per Kilogram, Ini Permintaan Petani

Panen Dimulai, Harga Gabah di Abdya Capai Rp 5.300 per Kg, Ini Permintaan Petani

For Serambinews.com/SALAUDIN
Bupati Abdya Akmal Ibrahim, juga dikenal sebagai petani ini sedang melihat gabah varietas baru yang masih dalam tahapan ujicoba di lahan sawah Desa Ikhue Lueng, Kecamatan Jeumpa, beberapa waktu lalu. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Memasuki musim panen padi di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), harga gabah kering panen berkisar antara Rp 5.000 hingga 5.300 per kilogram.

Seorang petani di kawasan Susoh, Mukhlis mengaku senang dengan harga gabah yang tinggi tersebut. Bahkan, ia mengakui tingginya harga gabah tersebut, sangat menguntungkan petani.

"Alhamdulillah, harga gabah saat ini Rp 5.000 hingga Rp 5.300 per kilo, kalau bagus ya Rp 5.300 per kilo, kalau sedang ya Rp 5000 per kilo," ujar Mukhlis salah seorang petani di kawasan Susoh.

Menurut Mukhlis, kisaran harga yang tergolong tinggi itu memang kerap terjadi di awal musim panen, dan harga tersebut disesuaikan dengan kualitas dari gabah.

Gunakan Internet Rakitan, Siswa SMPN 2 Pante Ceureumen Ikuti Ujian Semester Berbasias Online

Jalan Antarkecamatan di Peudada Rusak Berat, Sudah Belasan Tahun belum Diperbaiki

Pendaftaran Fun Bike dan Fun Walk HUT Aceh Selatan Mulai Dibuka, Ini Lokasi Pendaftarannya

"Beberapa minggu ke depan, biasnaya harga gabah akan berangsur urun, sehingga petani selalu rugi besar kalau harga padi murah," katanya.

Bahkan, ia mengakui harga padi lebih mahal jika dipotong dengan sabit atau secara manual tetapi kalau dipotong dengan dengan mesin lebih murah.

"Kalau sama tangan, bisa lebih mahal, bisa saja mencapai Rp 5.500 hingga Rp 5.600 per kilo, sekarang petani lebih memilih pakai mesin, selain irit biaya, juga lebih aman," cetusnya.

Ia berharap kepada Pemkab Abdya melalui Dinas Pertanian supaya selalu mengawasi harga gabah di pasaran, sehingga para agen nakal tidak bermain untuk menipu para petani di Abdya.

"Dinas harus selalu mengawasi terutama tentang harga padi supaya tidak ada yang dirugikan," pungkasnya.

Hingga pertengahan bulan Desember ini, baru beberapa hamparan yang telah memasuki masa panen, seperti di kawasan Kecamatan Susoh, Setia, dan beberapa titik di Kecamatan Blangpidie serta Tangan-Tangan.

Sementara untuk hamparan lain, masih menunggu masa panen tiba, bahkan ada tanaman padi yang masih dalam proses pertumbuhan anakan.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved