Invest in Aceh

Kepiting dan Udang Akan Menjadi Komoditas Ekspor Utama Pelabuhan Internasional Aceh Tamiang

Kepiting dan udang Akan Menjadi Komoditas Ekspor Utama Pelabuhan Internasional Aceh Tamiang.

SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Seorang pengusaha Thailand saat menyampaikan masukannya untuk pembangunan pelabuhan internasional Aceh Tamiang, Sabtu (14/12/2019). Komoditas perikanan akan menjadi produk unggulan ekspor. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang H Mursil menjawab kritikan sejumlah pihak yang menyebut pelabuhan internasional di Seruway tidak akan berfungsi maksimal karena tidak ada produk yang bisa diekspor.

Mursil menilai kritikan itu tidak tepat karena selama ini komoditas perikanan, udang dan kepiting sudah menjadi produk unggulan.

"Hanya saja selama ini dijual ke Medan. Nanti kalau sudah ada pelabuhan, tidak ke Medan lagi, langsung ke Thailand, Malaysia dan negara lainnya," kata Mursil, Sabtu (14/12/2019).

Pembangunan Pelabuhan Internasional Aceh Tamiang Didukung Imigrasi dan Bea Cukai

Mursil menambahkan kualitas perikanan Aceh Tamiang sudah diakui banyak pihak.

Dia menceritakan pengalamannya ketika berada di sebuah restoran sea food di Jakarta yang ternyata mendatangkan kepiting dari Aceh Tamiang.

"Itu restoran terkenal memakai kepiting kita. Kepiting kita kata dia berbeda, tidak hitam. Tapi kemerahan dan kehijauan. Udang gala kita juga kualitasnya sangat baik. Size (ukuran) ekspor," sambungnya.

Selain komoditas laut, Mursil juga menyebut produk perkebunan cukup layak menembus pasar internasional.

"Udang kita sangat manis. Ini juga berpeluang diekspor," sambungnya.

Bupati Bener Meriah Pasang Sticker di Rumah Penerima Bantuan Sosial 

Di hadapan sejumlah unsur Forkopimda, aktivis dan perwakilan pengusaha Thailand dan Malaysia, Mursil menambahkan keberadaan pelabuhan internasional ini juga akan melahirkan industri baru.

Dicontohkannya, kepala udang yang tidak diekspor bisa diolah menjadi kerupuk atau tepung.

"Yang diekspor itu cuma badannya. Orang Singapura tidak mau makan kepala udang. Oleh kita, selama ini kepala udang dijadikan kerupuk dan tepung. Nah ini kita tangkap, jadi industri baru, akan banyak terserap tenaga kerja baru," tukasnya. (*)

Warga Lhueng Angen Abdya Minta Tiang Listrik Permanen, Ini Saran PLN ULP Blangpidie 

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved