Minggu, 12 April 2026

Turki

Tersangka Pembunuhan Terkait Kudeta Turki Ditangkap di Ukraina

Nuri Gokhan dihubungkan dengan kematian Necip Hablemitoglu, akademisi Universitas Ataturk.

Editor: Zaenal
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Ukraina telah menangkap seorang tersangka pembunuh dan buron yang terkait dengan FETO, kelompok teror di balik kudeta 2016 di Turki, kata sumber-sumber keamanan Turki, Senin (16/12/2019).

Dilansir Serambinews.com dari Anadolu Agency, tersangka bernama Nuri Gokhan B masuk dalam daftar red notice polisi kriminalitas internasional (Interpol), sejak Mei 2019, atas permintaan Turki.

Nuri pertama kali ditangkap pada Juli 2019 di Ukraina dengan kemungkinan ekstradisi.

Tetapi dia memenangkan gugatan dan hanya dikenakan tahanan rumah dengan pemantauan elektronik.

Namun saat dalam tahanan, tersangka diperkirakan akan diekstradisi ke Turki menyusul keputusan oleh otoritas Ukraina, kata sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena pembatasan berbicara dengan media.

Nuri Gokhan dihubungkan dengan kematian Necip Hablemitoglu, akademisi Universitas Ataturk.

Hablemitoglu dikenal karena penelitian dan buku-bukunya tentang Organisasi Teroris Fetullah (FETO).

Ia menyebut FETO sebagai organisasi kriminal.

Hablemitoglu terbunuh pada tahun 2002, tetapi pembunuhan itu tidak pernah diselesaikan.

Kisah Mohammed Dahlan, Mantan Pemimpin Fatah Palestina yang Masuk Daftar Teroris di Turki

Xining, Kota Muslim Dataran Tiongkok, Masjid Tertua Hingga Pedagang Tinggalkan Dagangan untuk Shalat

Pada 2015, jaksa penuntut di ibu kota Turki, Ankara, meluncurkan penyelidikan tentang keterlibatan FETO dalam pembunuhan yang belum diselesaikan yang dilakukan antara 2000 dan 2013.

Pembunuhan tersebut termasuk Behcet Oktay (2009), kepala departemen operasi khusus kepolisian Ankara; kandidat untuk juri Didem Yaylali (2013); dan pembunuhan anggota Dewan Negara Turki (2006).

FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal pada 15 Juli 2016.

Kudeta itu menyebabkan 251 orang mati syahid dan hampir 2.200 terluka.

Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.

Turki Siap Kerahkan Pasukan ke Libya, Erdogan: Jika Ada Undangan dari Rakyat dan Pemerintah

Turki Bakal Aktifkan Sistem Hanud, Negara Barat Dibuat Ketar-ketir

Imam Rahasia

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved