Jabatan Gubernur Aceh Berakhir Tahun 2022, JaDI Dorong KIP Aceh Segera Susun Tahapan Pilkada

"Tahun 2022, bukan waktu yang lama hingga pilkada digelar, dan langkah taktis dari KIP Aceh sangat diperlukan," kata Ketua JaDI Aceh, Ridwan Hadi SH

Jabatan Gubernur Aceh Berakhir Tahun 2022, JaDI Dorong KIP Aceh Segera Susun Tahapan Pilkada
Ketua Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Aceh, Ridwan Hadi 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Aceh mendorong komisioner Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh segera menyusun program, tahapan dan jadwal pemilihan kepala daerah untuk Aceh.

Sebab, kepala daerah yang terpilih pada tahun 2017 lalu akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2022.

"Tahun 2022, bukan waktu yang lama hingga pilkada digelar, dan langkah taktis dari KIP Aceh sangat diperlukan," kata Ketua JaDI Aceh, Ridwan Hadi SH kepada Serambinews.com, Selasa (17/12/2019).

KIP Beri Apresiasi Kepada Tribunnews.com Sebagai Media Pendorong Keterbukaan Informasi Publik

Ridwan mengatakan, menyusun dan mempersiapkan tahapan pilkada butuh waktu yang lama.

Tahun 2020 adalah masa yang bisa digunakan oleh KIP Aceh untuk mempersiapkan segala keperluan.

Cara yang mungkin bisa dilakukan dengan cara membuka ruang diskusi publik di kabupaten, kota dan provinsi untuk menyerap aspirasi masyarakat, partai politik, LSM dan pihak pemerintah.

Demi Keamanan Laga El Clasico, Barcelona dan Real Madrid Berangkat Bersama

KIP kabupaten dan kota, saran Ridwan Hadi, harus mengkaji berbagai hal yang nanti dituangkan dalam program dan tahapan pilkada.

Program tahapan akan berimplikasi pada penyusunan anggaran daerah pada tahun 2020.

"Butuh langkah cepat," katanya.

Menurut mantan komisioner KIP Aceh periode 2013-2018 ini, awal Januari 2021 tahapan pilkada sudah berjalan dan masih tersedia cukup waktu untuk menyusun regulasi.

Jalan Keude Siblah Abdya Retak-retak Dilintasi Dump Truk Muatan Berat, Ini Reaksi Masyarakat 

"Kami mendesak KIP Aceh melakukan langkah taktis untuk persiapan pilkada Aceh tahun 2022," pintanya.

Persiapan ini penting dilakukan segera karena Undang - Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh telah mengamanahkan bahwa pilkada dilaksanakan lima tahun sekali.

Pasal 65 ayat (1) menerangkan, Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota / Wakil Walikota dipilih sekali dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat setiap lima (5) tahun sekali melalui pemilihan yang demokratis, bebas, rahasia, serta dilaksanakan secara jujur dan adil.(*)

Viral Dua Wanita Keramas di Atas Motor, Begini Pengakuannya Kepada Polisi

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved