Berita Pidie Jaya
Erosi DAS di Pijay kian Parah, Rumah Warga Terancam. Ini Titik-titik Terparah
Kondisi ini akibat ganasnya erosi sungai sudah terjadi bertahun-tahun.
Penulis: Idris Ismail | Editor: Nur Nihayati
Kondisi ini akibat ganasnya erosi sungai sudah terjadi bertahun-tahun.
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Enam Daerah Aliran Sungai (DAS) di Pidie Jaya (Pijay) mulai mengancam bagi keselamatan masyarakat.
Kondisi ini akibat ganasnya erosi sungai sudah terjadi bertahun-tahun.
Pihak pimpunan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya (Pijay) mendesak pemerintah atau dinas terkait yaitu Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan normalisasi.
• Media Asing Ungkap Alasan Ormas Islam Indonesia Bungkam Atas Pelanggaran HAM Muslim Uighur China
• Jumlah Komisi di DPRA Belum Jelas Dewan Akan Bahas Kembali dengan Mendagri
• Wakil Bupati Pidie Tutup Kelas Inti Tingkat SMP, Ini Pesannya
Normalisasi ini terhadap enam titik sungai atau krueng di tiga kecamatan yang di kian parah.
Titik-titik parah erosi ini yaitu Krueng Meureudu, Krueng Putu Bandar Baru, Krueng Kiran/Jeulanga Ulim, Krueng Panteraja, Krueng Beuracan Meureudu, dan Kuala Ulim.
Wakil ketua DPRK Pijay, Syahrul Nurfa kepada Serambinews.com, Kamis (19/12/2019) mengatakan, hasil pemantauan rata-rata sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan bagi masyarakat.
"Salah satunya kondisi sangat parah adalah pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureudu persisnya di Gampong Mesjid Dayah Tuha, Muereudu dua dari enam unit bangunan rumah warga telah ambruk ke dasar sungai sehingga perlu direlokasikan ke tempat lain,"ujarnya.
Jika terus dibiarkan tanpa penanganan normalisasi sungai atau pemasangan tebing bronjong penahan tebing sungai keempat sungai itu maka tidak tertutup kemungkinan akan memakan korban jiwa.
Amatan di lokasi, sungai Krueng Mereudu dengan kondisi rumah pemukiman warga dan kuburan hampir jebol ke dasar sungai akibat pengikisan sepanjang tahun.
Demikian halnya, Kuala Krueng Kiran, Ulim dengan permukaan Kuala yang sangat dangkal sehingga menyebabkan boat nelayan tak dapat keluar masuk akibat tertimbun sedimen dan sampah kayu.
Hal yang sama kondisi Krueng Panteraja dengan kondisi sangat memprihatinkan sehinga aset masyarakat terutama rumah, balai pengajian atau dayah, meunasah, akses jalan, kebun, serta komplek kuburan umum terancam amblas.
Demikian halnya dengan kondisi Krueng Putu, Bandar Baru beberapa akses publik berupa komplek SMAN 1, Dayah Jeumala Amal, Gampong Udeung, dan pusat pasar Lueng Putu sepanjang bibir tebing sungai telah ambruk sehingga dengan mudah mengancam akses fasilitas publik.
"Ya rata-rata kondisinya sangat memprihatinkan sehingga musti ditangani secepatnya mengingat kondisi ril di lapangan sangat mengancam bagi keselamatan warga,"jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-di-pinggir-das.jpg)