Heboh Medan Magnet di Aceh
Begini Cerita Sosok Pertama yang Mengungkap Mobilnya Ditarik di Medan Magnet Bukit Radar Aceh Besar
Berikut kita simak cerita sosok pertama yang mengungkap peristiwa aneh ini, yaitu Personel Ditreskrimsus Polda Aceh, Aipda Pariadi.
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
Laporan Misran Asri | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sejumlah lokasi di Jalan Bukit Radar Blangbintang, Aceh Besar yang tembus ke Simpang Ie Suum, Krueng Raya, Aceh Besar, heboh mengandung daya medan magnet.
Buktinya mobil saat mesin dipadamkan bisa ditarik di atas tanjakan itu hingga kecepatan 40 kilometer per jam.
Bagaimana kisah awal hal ini terungkap.
Berikut kita simak cerita sosok pertama yang mengungkap peristiwa aneh ini, yaitu Personel Ditreskrimsus Polda Aceh, Aipda Pariadi.
Aipda Pariadi menceritakan berawal dari bersenggolan kaca spion mobil Honda Jazz disopiri istrinya dengan mobil lain dari arah berlawanan saat melintas kawasan itu, Kamis, 26 Desember 2019.
Tepatnya sekitar pukul 16.00 WIB.
• VIDEO - Ditemukan Sejumlah Titik Medan Magnet di Aceh Besar, Bupati Mawardi Ali Ikut Menjajalnya
• Wartawan di Aceh Barat Diancam Tembak oleh Rekanan, Pelaku Sempat Ajak Duel Satu Lawan Satu
• Tiga Wakil Aceh di Ajang Miss Asia Dipastikan Tetap Berhijab Saat Tampil di Batam
Aipda Pariadi mengisahkan saat itu, ia bersama istrinya membawa dua mobil untuk membawa keluarganya yang baru datang dari Aceh Utara untuk jalan-jalan.
Istrinya, membawa mobil Honda Jazz yang berada di belakangnya saat melalui Jalan Lintas Blangbintang (Bukit Radar) tembus Krueng Raya, Aceh Besar itu.
Sementara Pariadi mengemudikan Toyota Avanza dan berada di depannya.
Pada saat melewati lokasi yang tidak jauh dari Pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Blangbintang.
Tepatnya mengarah ke Ie Suum Krueng Raya, Aceh Besar, tiba-tiba kaca spion mobil Jazz yang dikemudikan istrinya, bersenggolan dengan mobil jenis yang sama.
Mobil itu datang dari arah berlawanan atau dari arah Krueng Raya menuju Blangbintang.
Karena hanya bersinggungan kaca spion yang tidak terlalu fatal, akibat ada penyempitan ruas jalan di kawasan itu, akhirnya Pariadi yang juga membawa anggota keluarganya memilih berhenti sekitar 200 meter dari lokasi mobil istrinya bersenggolaN.
“Kebetulan dua-dua mobil yang kami bawa penuh muatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pengungkap-medan-magnet-di-aceh-besar-aipda-pariadi.jpg)