Breaking News:

Luar Negeri

Pesan Qassem Soleimani Kepada Mantan Direktur CIA, Ternyata Ini Alasan AS Bunuh Jenderal Top Iran

Tercatat dalam sejarah selama awal kependudukan AS di Irak, dia menjadi dalang untuk menyukseskan pemerintahan Irak.

Editor: Faisal Zamzami
Via Intisari
Setelah kematian Jenderal Qasem, seluruh rakyat Iran berduka di jalanan 

Ia merasa telah meninggal 3 kali dalam waktu 5 hari, hanya keyakinannya yang membuatnya tetap hidup.

Tahun 2011, Jenderal Qasem dan orang-orangnya merekrut pengedar narkoba bernama Manssor Arbabsiar.

Manssor ditugaskan untuk membunuh diplomat Arab Saudi di Washington DC yang kala itu bertugas, Adel al- Jubeir.

Adel menjadi sasaran setelah membakar amarah Iran dengan mempublikasikan aksi terorisme mereka.

Manssor pergi bolak balik ke Teheran untuk bertemu rekan Jenderal Qasem dan menerima tugasnya serta bayarannya, lalu merekrut pengedar narkoba Meksiko untuk melakukan plot barbar yang diinginkan Iran.

Mengerikan, plot Iran rupanya adalah membunuh Adel saat ia makan siang di restoran yang ada di hotel Watergate.

Jika sukses, pembunuhan dengan pemboman itu dapat membunuh lebih dari 100 orang di tengah jantung ibukota Amerika Serikat, tetapi dikabarkan Jenderal Qasem tidak peduli dengan kerusakan tambahan yang dapat terjadi.

Namun beruntungnya plot tersebut gagal karena Manssor memilih pihak Meksiko yang salah, yaitu seseorang yang juga informan untuk pihak berwenang obat-obatan terlarang.

Beberapa tahun terakhir ini, Jenderal Qasem telah pergi berulang kali ke Suriah untuk mengawasi pembangunan jaringan militer dan markas intelijen.

Iran merencanakan menggunakan fasilitas tersebut untuk memperluas kehadirannya di perbatasan Israel.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved